Robinson Hutagalung: Lembaga Adat Budaya Batak Menjadi Inspirator, Inisiator, Motivator dan Solusiator

Adat Budaya

JAKARTA, DNT News – Dalam perjalanan hidup terjadi interaksi antara orang per orang dan kelompok per kelompok kemudian melahirkan yang dinamakan kebudayaan. Beberapa hasil karya, rasa, dan cipta orang Batak dalam kebudayaan antara lain adat budaya, marga, bahasa, aksara, ulos, rumah gorga, tortor, umpama, umpasa, andung, hadatuon, parhalaan, gondang, dalihan na tolu, dan lainnya.

Hal ini dikatakan Robinson Hutagalung, Pemerhati Habatahon, kepada  dalihannatolunews.com baru-baru ini di Jakarta. “Inilah rumusan yang dibuat salah seorang ahli terkemuka Sosiologi Indonesia yakni Prof Dr Selo Sumarjan bahwa kebudayaan itu adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta manusia,” katanya.

Dia menyampaikan sekilas perkembangan SDM Batak Toba terkait pendidikan tradisional dan falsafah hagabeon, hamoraon, hasangapon dan kerja keras. Kedudukan dan peranan hukum adat pada orang Batak Toba terkait struktur kemasyarakatan tradisional dengan pembentukan sistem pemerintahan huta, horja, dan bius.

Menurutnya, sudah saatnya orang Batak Toba membentuk Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) sebagai Raja Panungkunan, Raja Silehon Poda, Raja Paniroi, Raja yang bisa menyelesaikan masalah sosial di antaranya krisis adat budaya, krisis sumber daya manusia, krisis rumah tangga, konflik perebutan harta gono-gini, hak ulayat, serta mempersatukan pikiran untuk pembangunan bidang ekonomi, SDM dan politik termasuk pelaksanaan adat.

“Melalui LABB mengatasi masalah atau krisis adat budaya agar bisa diminati dan dicintai generasi muda dan menyederhanakan biaya maupun waktu dalam pelaksanaan upacara adat. Menunjukkan pada generasi muda manfaat ekonomi maupun peningkatan kualitas manusia,” katanya.

Robinson Hutagalung juga berharap kelak LABB bisa mendorong adat budaya menunjang peningkatan SDM terutama bidang pendidikan. Dicontohkannya, koran Sinar Harapan (sekarang Suara Pembaruan) tahun 1982 mengadakan safari ke Sumatera ketika mendengar Tapanuli Peta Kemiskinan, Dr GM Panggabean pemilik koran SIB sebagai motivator pembangunan Tapanuli dengan mendirikan Universitas Sisingamangaraja di Siborongborong, Letjen TNI (Purn) Dr TB Silalahi SH dengan SMA Unggulan di Soposurung Balige, dan lainnya.

LABB sewaktu-waktu bisa menjembatani aspirasi serta menyatukan pikiran dan kemampuan orang Batak yang terdiri dari kelompok marga untuk bersatu bergotong-royong menyelesaikan suatu pekerjaan besar seperti peningkatan SDM Batak Toba dengan mendirikan “Yayasan Pendidikan Sianjur Mula-mula”.

“Melalui yayasan ini nantinya bisa membangun sekolah unggulan, universitas di Bona Pasogit. Sehingga LABB kelak berperan sebagai inspirator, inisiator, motivator dan solusiator,” pungkasnya. (Marulitua)

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 124/September 2017 yang segera terbit. Mau berlangganan??? Hubungi kami.

 

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel