Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si: Ajukan Proposal Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Bidang Irigasi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

TARUTUNG, DNT News – Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu kabupaten dari 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dengan ibu kota Tarutung yang terletak di wilayah dataran tinggi pada ketinggian 150-1.700 meter di atas permukaan laut dan mempunyai luas wilayah dataran 3.793,71 km2 dan luas perairan Danau Toba 6,60 km2. Karakteristik wilayah yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Utara adalah bergelombang dan berbukit.

Hal ini disampaikan Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si dalam suratnya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat perihal Proposal Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur Publik Daerah Bidang Irigasi Tahun Anggaran 2021, Kamis 18 Juni 2020, di Tarutung.

“Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan merupakan sektor usaha pemberi kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Tapanuli Utara. Sehingga perlu didorong pertumbuhannya melalui penyiapan irigasi yang baik untuk peningkatan produktivitas lahan dan sawah sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional,” katanya.

Bupati menginformasikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara memiliki topografi yang bergelombang dan berbukit, curah hujan yang cukup tinggi serta berada pada daerah Patahan Sumatera/Sesar Semangko yang terdapat di Patahan Batang Toru. “Sehingga rentan terhadap bencana alam longsor, banjir, dan gempa bumi yang mengakibatkan infrastruktur kerap mengalami kerusakan,” ujarnya.

Foto Dokumentasi Daerah Irigasi di Tapanuli Utara

Selanjutnya, Bupati melaporkan bahwa kondisi Daerah Irigasi Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari 168 Daerah Irigasi, Luas Daerah Irigasi 15.905 ha dan panjang saluran 334.784 m’. Kondisi baik 12.838 ha atau sepanjang 265.960 m’, sedangkan kondisi yang mengalami kerusakan 3.067 ha atau sepanjang 68.824 m’. Sehingga sangat membutuhkan penanganan khusus guna mempertahankan dan meningkatkan produksi pangan yang membutuhkan biaya.

Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si menjelaskan bahwa untuk memelihara dan meningkatkan kondisi Daerah Irigasi kewenangan Kabupaten Tapanuli Utara membutuhkan anggaran sebesar Rp 494,934 milyar dengan rincian Rehabilitasi Jaringan Irigasi 68.824 m’ x Rp 2,5 juta = Rp 172,060 milyar. Pemeliharaan Jaringan Irigasi 265.960 m’ x Rp 650 ribu = Rp 172,874 milyar. Rehabilitasi dan Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir 3 lokasi x Rp 50 milyar = Rp 150 milyar.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki keterbatasan APBD untuk memenuhi kebutuhan dana membiayai kegiatan penangangan jaringan irigasi kewenangan sebagai bagian dari program nasional pada sektor ketahanan pangan serta mendukung pemulihan (recovery) ekonomi pasca dampak Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara.

“Untuk itu kami memohon kepada Bapak Menteri agar berkenan untuk mengalokasikan dana pembangunan, rehabilitasi irigasi dan sungai di Kabupaten Tapanuli Utara secara bertahap melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur Irigasi Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 125 milyar,” pungkasnya.

Surat tersebut diberikan tembusan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Bappenas, Menteri Keuangan, Komisi V DPR RI, Badan Anggaran DPR RI, Gubernur Sumatera Utara, dan Kepala BWSS-II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel