Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si Bersama Forkopimda: Gelar Rapat Koordinasi Tentang Kondisi Covid-19 dan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pesta Adat di Taput

TARUTUNG, DNT News – Bagaimana masyarakat tetap displin. Razia dilakukan tiap hari baik itu bagi pendatang baru, penggunaan masker, dan kerumunan seperti pasar dan keramaian lainnya tetap melakukan protokol kesehatan. Walaupun kita sudah menuju Tatanan Normal Baru Produktif dan aman Covid-19, bukan berarti protokol kesehatan longgar. Kita harus tetap waspada.

Hal ini dikatakan Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi dalam Rapat Koordinasi bersama Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat SH, Dandim 0210/TU Letkol Czi Agus Widodo, Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir, Ketua DPRD Taput Ir Poltak Pakpahan, Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Pengadilan Agama didampingi Sekretaris Daerah Indra Sahat Simaremare, Asisten I Parsaoran Hutagalung, Pimpinan OPD, dan Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN) Taput, membahas tentang kondisi Covid-19 dan protokol kesehatan Pelaksanaan Pesta Adat, Kamis 25 Juni 2020, di Rumah Dinas Bupati Taput, Tarutung.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa pesta adat, baik pesta pernikahan maupun pesta adat saurmatua dan sarimatua akan segera diizinkan dengan protokol kesehatan sangat ketat. “Kita harus menuju tatanan normal baru yang produktif dimana mata pencaharian penenun dan penyedia lainnya bagi sebuah pesta sudah akan memiliki penghasilan lagi di tengah pandemi ini. Tetapi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti yang telah disusun LADN Taput,” katanya.

Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat SH menegaskan pentingnya posko di desa tetap aktif mendeteksi pendatang dari luar yang bisa jadi cikal bakal kasus baru di Taput. “Dalam pesta adat pernikahan dan saurmatua juga harus menjadi perhatian kita bersama. Karena penyebaran yang sangat cepat bisa muncul pada acara seperti ini apabila tidak menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujarnya.

Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi menggelar Rapat Koordinasi bersama Forkopimda dan lainnya membahas tentang kondisi Covid-19 dan protokol kesehatan Pelaksanaan Pesta Adat di Tapanuli Utara
Wakil Bupati Taput Sarlandy Hutabarat SH mengatakan bahwa dalam pesta adat pernikahan dan saurmatua harus menjadi perhatian bersama karena penyebaran Covid-19 sangat cepat bisa muncul pada acara seperti ini
Dandim 0210/TU Letkol Czi Agus Widodo menyampaikan bahwa setiap desa ada pos untuk mengawasi dan pendatang yang mau mengikuti pesta adat di Taput wajib menunjukkan surat kesehatan Rapid Test

Dandim 0210/TU Letkol Czi Agus Widodo menyampaikan bahwa wilayah Tapanuli Utara saat ini sudah zona hijau dan bagi pendatang wajib lapor agar semua orang masuk ke Taput terdeteksi. “Setiap desa ada pos untuk mengawasi dan pendatang yang mau mengikuti pesta adat di Taput wajib menunjukkan surat kesehatan Rapid Test,” ucapnya.

Kapolres Taput AKBP Jonner Samosir menyampaikan bahwa posko tidak bisa langsung dibubarkan secara menyeluruh tetapi secara perlahan, dan posko di perbatasan harus tetap menjadi perhatian bersama. “Protokol kesehatan harus menjadi perhatian kita bersama. Acara pesta adat juga harus kita sepakati sesuai protokol kesehatan yang digariskan. Pihak Polres akan bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran terhadap SOP protokol kesehatan,” katanya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020

Pada kesempatan itu juga dibahas mengenai Pesta adat baik pernikahan maupun adat saurmatua dimana harus mengikuti protokol kesehatan dan ketentuan yang telah disusun LADN. Ketentuan yang disepakati antara lain pihak yang menggelar pesta (hasuhuton) harus menyediakan tempat cuci tangan, pengukur suhu thermogun, undangan yang dari luar Taput harus menunjukkan surat sehat melalui Rapid Test, meja untuk petugas gugus tugas dan kepolisian.

Selanjutnya seluruh undangan menggunakan masker, pemberian tumpak langsung ke tempat yang disediakan, pemberian panandaion hanya untuk Suhi ni Ampang Na Opat, pemberkatan antara pukul 09.00 hingga 10. 30 WIB, pesta paling lama selesai pukul 15.00 WIB. Bagi undangan yang datang bisa ambil nasi kotak, memasukkan tumpak ke tempat yang disediakan, dan langsung pulang.


Hal yang sama juga berlaku untuk acara adat sarimatua dan saurmatua. Semua ketentuan protokol kesehatan harus dipenuhi. Pertama sekali pihak keluarga yang berduka segera melaporkan kepada gugus tugas atau kepala desa, surat keterangan Rapid Test dari keluarga di luar Taput, dan acara adat paling lama selama 2 hari.

Seusai Rapat Koordinasi, Bupati Taput bersama Forkopimda langsung rapat dengan seluruh camat dan Kepala Desa se Kabupaten Tapanuli Utara melalui virtual zoom meeting untuk sosialisasi tentang situasi Covid-19 di Taput dan rencana Pelaksanaan Pesta Adat pernikahan dan acara adat saurmatua maupun sarimatua. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel