Daulat Hutagaol: Pemilik Suara Semi Seriosa Pencipta 44 Lagu Rohani dan Berbagai Lagu Pop Lainnya

JAKARTA, DNT News – Setiap menciptakan lagu selalu menyelipkan pesan mengagungkan nama Tuhan dan mengajak orang yang mendengarnya agar berpegang teguh kepada firman Tuhan. Semua lagu karya Daulat Hutagaol mengandung makna dan tujuan agar selalu berpedoman kepada kehendak dan kuasa Tuhan.

Inilah ciri khas Daulat Hutagaol, musisi personil VG Parisma (1969-1972) dalam setiap menciptakan lagu. Dia yang sejak kecil punya hobby bernyanyi dan sewaktu SMP sudah main band ini, telah menciptakan 44 lagu rohani dimana dua di antaranya lagu rohani Batak serta berbagai lagu pop lainnya. Salah satu ciptaannya “Tuhan Dongani Ahu” yang berkisah tentang pengalamannya menapaki jalan hidup.

Dalam bincang-bincang dengan dalihannatolunews.com belum lama ini, pria beristrikan Tiomsa br Gultom dan memiliki lima anak serta tiga cucu ini mengatakan mengisi harinya dengan bernyanyi di gereja, pesta ulang tahun, pesta pembangunan gereja, dan lainnya. Dia tidak memasang harga, semua gratis dipersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan. Bahkan bila ada yang ingin merekam lagunya dalam bentuk CD/VCD dipersilahkan tanpa dipungut biaya. “Saya hanya minta disebutkan nama penciptanya. Semua hanya kemuliaan bagi Tuhan,” ujarnya.

Selain menciptakan lagu rohani, Daulat Hutagaol juga menggubah lyrik lagu “Loving Her Was Easier” karya Josse Plesiona ke Bahasa Batak menjadi “Ai Diingot Ho Do Di Na Jolo”. Lagu ini hits di kalangan masyarakat Batak hingga saat ini. Dia juga menciptakan lagu “Pesta Adat”, “Joing” dan puluhan pop Batak dan Indonesia yang belum pernah direkam.

Pria yang mulai aktif di kegiatan DPN KERMAHUDATARA ini mengeluh karena ketika lagu-lagunya dinyanyikan jarang disebutkan nama penciptanya. Ada beberapa karyanya termasuk lagu pop Indonesia yang tidak dicantumkan nama penciptanya. “Inilah kelemahan kita. Kurang menghargai karya seseorang. Padahal hak cipta itu dilindungi undang-undang,” sesalnya.

Dalam perjalanan kariernya bersama VG Parisma pernah juara pertama pada Festival Vocal Group Parmitu I Se-Sumatera Utara yang membawa mereka masuk dapur rekaman menghasilkan 2 volume pop Batak. Lalu diajak bergabung dengan VG Angkasa dimana KSAU Marsekal TNI Saleh Basarah memanggilnya ke Jakarta tahun 1973. Kemudian VG Angkasa berganti nama menjadi VG The Singing Sergant dengan merekam 1 volume pop Batak yang sebagian besar karya ciptaannya.

Di Jakarta ia bernyanyi di Bar dan kadang mengamen di Hotel Borobudur bersama Jack Mapaung dan Binsar Sitompul. Selama 12 tahun dia kerja malam di tempat hiburan. Tahun 1973 pernah menjadi Manajer “Casanova King Coffe”. Sambil melakoni profesinya, dengan berbagai rintangan dan halangan dia juga selama 10 tahun menjadi pemborong dan membuka usaha ikan kerambah di Jatiluhur.

Karena semua yang dilakoninya ini hanya untuk menghibur orang lain, maka dia pun memutar haluan “Dari Penyanyi Bar Menjadi Penyanyi Gereja”. Sejak itulah dia memutuskan untuk berkarya dan menciptakan lagu rohani yang mengagungkan nama Tuhan.

Meskipun usia sudah 74 tahun namun suaranya masih sanggup menyanyikan lagu nada tinggi. Saat mendengar ia bernyanyi, orang tidak percaya bahwa usianya sudah sebanyak itu. (Fantoro)

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 124/September 2017 yang segera terbit. Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Komentar (2)

2 Comments on “Daulat Hutagaol: Pemilik Suara Semi Seriosa Pencipta 44 Lagu Rohani dan Berbagai Lagu Pop Lainnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (2)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel