DPP GPP: Tandatangani MoU dengan PERGUBI Sebagai Upaya Proses Pembumian Pancasila Secara Progresif Revolusioner

JAKARTA, DNT News – MoU ini sangat berkesan terutama karena sebentar lagi kita menghadapi momentum bersejarah merayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Kesepakatan kerjasama ini tentunya dalam upaya proses pembumian Pancasila secara progresif revolusioner sebagai bentuk kecintaan yang mendalam terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Dr Antonius DR Manurung MSi dalam sambutannya pada penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) bersama Persatuan Guru Besar Indonesia (PERGUBI), Selasa 11 Agustus 2020, di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jln Ir H Juanda, Jakarta Pusat.

“Kita tahu bahwa Pancasila adalah kristalisasi dan sublimasi nilai-nilai luhur agama, kepercayaan, adat istiadat, dan budaya bangsa. Oleh karena itu apa yang sudah dibangun oleh para leluhur, mari kita warisi, kita jaga, dan kita lestarikan,” katanya.

Dr Antonius DR Manurung MSi yang merupakan Doktor Psikologi mengajar di Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ini mengatakan bahwa Pancasila yang sudah digali oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 adalah suatu perjanjian luhur.

Ketua Umum DPP GPP Dr Antonius DR Manurung MSi bersama Ketua Umum PERGUBI Prof Dr Gimbal Doloksaribu MM menandatangani MOU
Jajaran teras DPP GPP dan PERGUBI ketika melakukan penandatangan MoU sebagai upaya proses pembumian Pancasila secara progresif revolusioner
Ketua Umum PERGUBI Prof Dr Gimbal Doloksaribu MM beserta jajarannya pada penandatangan MoU bersama DPP Gerakan Pembumian Pancasila

“Oleh karena itu seluruh rakyat Indonesia bersatu padu. Tidak boleh lagi ada yang berkeliaran apalagi melakukan penetrasi, infiltrasi yaitu kelompok-kelompok disebut sebagai radikalisme, fundamentalisme, transnasional maupun kelompok neoliberalisme, neokolonialisme, neoimperialisme yang menindas dan menghisap bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Kami bersama PERGUBI akan melakukan proses Pembumian Pancasila karena kecintaan kami yang mendalam terhadap NKRI,” sambungnya.

Penandatanganan MoU dari pihak DPP GPP diwakili Ketua Umumnya Dr Antonius DR Manurung MSi, sedangkan pihak PERGUBI diwakili Ketua Umumnya Prof Dr Gimbal Doloksaribu MM.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020

Dari pengurus DPP GPP hadir jajaran teras yakni Sekjen Dr Bondan Kanumoyoso MHum, Ketua I Bondan Wicaksono SE ME, Ketua III Drs Nengah Dharma SH, Wasekjen Lemens Kodongan SE, Humas Resti Luthfiani, Ketua Dewan Pakar Dr Drs Chandra Setiawan MM PhD, dan Sekretaris Dewan Pembina RD Florens Maxi Un Bria SAg MSos. Sementara dari pihak PERGUBI hadir Sekjen Prof Dr Mts Arif MM MBA CPM, Prof Dr Tri Ratna Murti Psi, dan Dewan Penasehat Prof DR MH Matondang MA.

Ketua Umum PERGUBI Prof Dr Gimbal Doloksaribu MM dalam sambutannya mengatakan bahwa Pancasila pada dasarnya sudah mengakomodir semua kepentingan setiap suku, golongan, dan agama. “Dalam pembentukannya dulu sudah dipikirkan matang-matang oleh para pejuang dan pendiri bangsa ini, walaupun mereka tidak merasakan hasil perjuangannya,” katanya.

Saat ini pihaknya merasa kuatir karena ada oknum yang ingin merubah Pancasila. Oleh sebab itu bagaimana strateginya kedepan Pancasila itu bisa dilestarikan sampai di semua lapisan masyarakat dan bisa dicapai negara yang adil dan makmur. “Kami sangat senang dan siap membantu GPP. Mudah-mudahan kedepan bisa bersinergi dalam membumikan Pancasila di seluruh kalangan generasi,” tegasnya.


Sementara Ketua Dewan Pakar DPP GPP Dr Drs Chandra Setiawan MM PhD yang juga menjabat Komisioner KPPU mengatakan rasa syukur karena pada hari itu telah ditandatangani MoU antara GPP dan PERGUBI. “Tentu kita akan melangkah lebih mantap ke depan, karena PERGUBI merupakan mitra yang sangat baik. Sehingga GPP akan lebih percaya diri untuk melangkah ke depan dalam rangka menjabarkan pengamalan dan pembumian nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan terutama dalam bidang pendidikan,” katanya.

Dia berharap Nation and Character Building bangsa Indonesia akan lebih baik. Sehingga apa yang dicita-citakan dalam pembukaan UUD 1945, bagaimana Indonesia akan berperan di level dunia untuk menciptakan perdamaian abadi sekaligus bisa menciptakan keadilan bagi semua. “Kita akan bisa merasakan hidup damai, tentram, adil, dan makmur di bumi nusantara dan kita semua bisa berkontribusi secara lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua,” ujarnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel