Dr. H.P. Panggabean, SH, MS: Berdayakan Lembaga Sosial Lintas Agama dan Lintas Budaya Mewujudkan Character Buiding Dilandasi Etika Pancasila Budaya dan Agama

JAKARTA, DNT News – Filosofi atau pandangan hidup bangsa adalah sarana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sarana pendukung utama tercapainya tujuan ideologi negara adalah penerapan etika kasih bangsa sebagai alat pemersatu untuk menjaga kemajemukan di antara suku, agama, dan adat nusantara.

Hal ini dikatakan Dr HP Panggabean SH MS, Praktisi Hukum dan Akademisi, landasan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara, pada seminar “Sejarah Kelahiran Kesaktian Pancasila” yang digelar DPP KERABAT (Kerukunan Masyarakat Batak), Rabu 25 Oktober 2017, di Gedung Juang 45, Jln Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat. “Pengertian Pancasila adalah landasan spiritual bernegara yang di dalamnya tercakup etika agama dan etika budaya,” ujarnya.

Kegiatan yang diketuai Novesto Evendy Hutabarat SE SH MSi ini mengambil thema “Generasi Muda Mampu Mempertahankan Nilai-Nilai Pancasila” dan sub-thema “Memampukan setiap warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Juga tampil sebagai narasumber Prof Dr H Bomer Pasaribu SH SE MS (Mantan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Duta Besar untuk Skandinavia), Prof Dr H Muhammad Baharun SH MA (Ketua Komisi Hukum MUI Pusat), dan Dr Ir H Marzuki Usman MA (Mantan Menteri Pariwisata Pos Telekomunikasi dan Menteri Kehutanan Perkebunan). Moderator diperankan Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (FEB-USAKTI) Jakarta.

Dr HP Panggabean SH MS (duduk ke-2 kanan) diabadikan dengan Prof Dr H Bomer Pasaribu SH SE MS, Prof Dr PTD Sihombing SPd MSc, dan lainnya

Dalam seminar tersebut terlihat hadir Prof Dr PTD Sihombing SPd MSc, Hj Dr Rustuty Rumagesan MBA, Ir Mika Lumban Tobing, Ir Santiamer Silalahi, Drs Firmus Kudadiri MM, Mahadan K Harahap, Ir Monang Sirumapea, Oloan Padang, Tumpal Hutabarat, Drs Beatus Sinaga, Andy Dalimunthe SH, Sindar Manullang, Edison Manurung, Tetty Samosir, dan lainnya.

Dr HP Panggabean SH MS yang merupakan Mantan Hakim Agung RI ini memaparkan makalah yang ditujukan kepada fenomena sosial dan ulasan tentang Kesaktian Pancasila yang dilatar belakangi sejarah gangguan nyata terhadap fungsinya sebagai landasan spiritual berbangsa dan bernegara.

Dia juga memaparkan pemikiran Tokoh Nasionalis dengan ulasan penulis tentang Sejarah Kemerdekaan RI sebagai landasan dialog nasional antara lembaga sosial budaya dengan lembaga sosial agama untuk menyusun konvergensi penanganan berbagai fenomena sosial bersifat intoleransi lintas agama dan lintas budaya.

Dia menyarankan agar pemerintah memberdayakan lembaga sosial lintas agama dan lintas budaya untuk mewujudkan character buiding dilandasi etika Pancasila, budaya, dan agama.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 126/Nopember 2017 yang segera terbit.
Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Pada akhir paparannya, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH-UPH) Tangerang Banten ini mengharapkan lemabag-lembaga tersebut saatnya mengusulkan utusannya untuk menjadi anggota MPR-RI agar dapat mendukung rencana pembanguan nasional.

“Kiranya lembaga tersebut melaksanakan program Dialog Tahunan untuk memberikan solusi atau usul konvergensi kepada pemerintah untuk mengatasi gangguan terhadap Kesaktian Pancasila,” pungkasnya. (Yansen)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel