Dr. Joonner Rambe, SE, MM, Gelar Ompu Sri Paduka Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon: Hilangkan Permusuhan, Ciptakan Persatuan, Perdamaian, dan Cinta Damai

JAKARTA, DNT News – Mari kita bersatu padu memajukan Indonesia. Kita hilangkan semua rasa permusuhan. Mari kita galang persatuan di antara kita sesama anak bangsa. Ciptakan persatuan, ciptakan perdamaian, dan ciptakan cinta damai yang sejujurnya.

Hal ini ditegaskan Dr Joonner Rambe SE MM, gelar Ompu Sri Paduka Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon pada “Doa Syukur Nasional” HUT RI-73 & Asian Games Ke-18 bertajuk “Peace in Harmony” yang dilakukan Persaudaraan Indonesia, Senin 13 Agustus 2018 pukul 15.00-18.00 WIB, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

“Kita beberapa hari ke depan akan merayakan 17 Agustus 2018, hari Kemerdekaan RI ke-73. Marilah kita doakan bersama, semua umat beragama yang ada di muka bumi agar Indonesia maju dan bisa bersaing dengan negara lain. Mari kita bersama bergandengan tangan, berdoa, dan berkarya untuk kemajuan bangsa Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, Dr Joonner Rambe SE MM dinobatkan menjadi Raja di Tapanuli Bagian Selatan yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, dimana berpenduduk warga masyarakat Batak yang umumnya beragama Muslim. Ini menjadi keunikan tersendiri baginya yang memimpin Raja Adat di Tabagsel.

Ketika Presiden Jokowi mantu, dia tampil di Metro TV untuk menterjemahkan adat. “Sayalah orangnya itu. Saya tampil hampir seminggu waktu itu seakan sebagai artis untuk menterjemahkan adat budaya Tabagsel,” kata Raja yang berpermaisuri Dra Carolina Lumbantobing gelar Naduma Ratu Hasayangan ini disambut tepuk tangan hadirin.

Dr Joonner Rambe SE MM bersama Pdt Dr Alma Shepard Supit, Haji Datu Sweida, dan Brigjen (Purn) Dr AA Mappa R dari Kerajaan Maros
Dr Joonner Rambe SE MM dengan para tokoh ketika mendeklarasikan Persaudaraan Indonesia untuk Indonesia Cerdas Berdaya dan Berdaulat

Dalam sambutan yang merupakan wejangan damai yang harmoni ini, dia mengatakan para orang tua harus menjadi contoh bagi generasi muda untuk menggalang persatuan dan kesatuan dengan menunjukkan teladan yang baik, jujur, tanpa kemunafikan.

Ketika Dr Joonner Rambe SE MM datang di acara tersebut, panitia memberikan kain yang ternyata selempang leher berwarna merah melambangkan keberanian. “Maka mari kita berani menyatakan Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi bangsa Indonesia. Mari kita berani menyatakan bahwa NKRI harga mati bagi bangsa Indonesia. Itulah tujuannya. Merdeka, merdeka, merdeka,” pekiknya yang diikuti teriakan yanga sama dari para hadirin.

Dr Joonner Rambe SE MM dan lainnya ketika menyaksikan defile pada Doa Syukur Nasional yang dilakukan Persaudaraan Indonesia
Dr Joonner Rambe SE MM dan tokoh lainnya diabadikan dengan panitia, pengisi acara, dan hadirin pada Doa Syukur Nasional

Disampaikannya, dia berkenan hadir pada acara tersebut karena untuk perdamaian dan bukan untuk politik. Karena Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon artinya Raja Pemersatu dan Raja Pembawa Damai di tengah masyarakat.

“Kalau 73 tahun lalu bukan karena cinta damai, mungkin tokoh bangsa yakni Bapak Proklamator tidak membawa Indonesia menuju kemerdekaan. Namun semua itu terjadi karena dilandasi cinta damai ke semua suku dan agama yang tidak membeda-bedakan yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Dia mengajak semua umat beragama di Indonesia, agar menjadi benteng terakhir untuk perdamaian. “Mari semua para tokoh membuat perdamaian termasuk yang duduk di legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Jangan sampai terkontaminasi yang bisa membuat negara ini runtuh dan hancur,” serunya.


Pada kesempatan itu, Dr Joonner Rambe SE MM pun mengingatkan bahwa tahun 2019 mendatang, di Indonesia ada pesta demokrasi. Ada empat putra terbaik bangsa menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. “Mari kita memohon dengan hati yang tulus, dengan pikiran yang jernih, agar Tuhan ikut campur dalam menentukan pemimpin ke depan yang membawa Indonesia lebih maju. Siapa pun yang terpilih nanti, itulah yang dikehendaki oleh Tuhan semesta alam. Siapa pun itu, itulah yang terbaik,” imbuhnya.

“Mari kita doakan karena itu yang terbaik. Jangan sebarkan berita hoax, berita fitnah, berita adu domba. Karena itu bertentangan dengan agama. Kalau betul kita beragama, kita tidak akan melakukan itu. Mari bersatu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (TAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel