Dr. Tuntun Sinaga, M.Hum: Perspektif Kajian Budaya dalam Pembentukan Provinsi Danautoba

LAMPUNG, DNT News – Para penggagas Provinsi Danautoba (PDT) dan khususnya para Dewan Pakar, sejak awal mungkin perlu menyadari bahwa salah satu persoalan besar bangsa ini sejak merdeka khususnya sejak Orde Baru adalah bahwa dalam penyelenggaraan negara terjadi dis-orientasi ideologi pembangunan, dari pembanguanan yang seharusnya berdasarkan Pancasila (nilai-nilai dan kearifan budaya).

Hal ini dikatakan Dr Tuntun Sinaga MHum, Dosen Tetap Universitas Lampung (UNILA) dalam surat elektroniknya ke dalihannatolunews.com. “Tetapi dalam kenyataan perjalanannya terjebak pada prinsip pembangunan yang berdasarkan kapitalisme dan neoliberalisme sehingga proses dan produk pembangunan itu telah menyingkirkan sebagian masyarakat dari tujuan pembangunan itu sendiri,” katanya.

Selain itu tentu saja ada persoalan penyebaran pembangunan yang tidak merata dan cukup lama berpusat di pulau Jawa. Karena itu pembentukan PDT harus dilihat selain dalam kerangka politik dan demokrasi juga kerangka ideologi pembangunan (pragmatis) yang gagal memberikan rasa keadilan dan kesejahateraan bagi seluruh rakyat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya masyarakat di sekitar Danau Toba.

“Untuk itu, para penggagas PDT harus berani mengambil posisi yang tegas untuk berpihak pada manusia atau masyarakat lokal, paradigma pembangunan yang memuliakan manusia dan lingkungan sosial budaya dengan meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Dr Tuntun Sinaga MHum memberikan pelatihan Applied Approach (AA) bagi Dosen IBI Dharmajaya Lampung
Dr Tuntun Sinaga MHum memberikan pelatihan bagi para dosen junior yang mengajar di Universitas Lampung

Dr Tuntun Sinaga MHum yang merupakan anggota Dewan Pakar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung ini menyampaikan bahwa dalam konteks demokrasi, pembentukan PDT hendaknya dilihat sebagai upaya demokratisasi yang dapat mempekokoh kebangsaan melalui penyaluran aspirasi masyarakat untuk membangun daerahnya sesuai dengan sejarah, budaya, serta keunikan lain yang dimiliki sebagai inspirasi untuk lebih efektif dalam mencapai cita-cita bernegara dan berbangsa.

“Masyarakat di kawasan Danau Toba membutuhkan aspirasi dan inspirasi tersebut untuk membangkitkan semangat masyarakat (revitalisasi ethos budaya) dalam memajukan daerahnya untuk mencapai cita-cita kemerdekaan,” tandasnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 145/Juni 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 145/Juni 2019

Menurutnya, dalam konteks pembentukan PDT dengan cita-cita luhurnya, secara umum ada beberapa sektor yang menjadi unggulan dan andalan pembangunan. Misalnya sektor pariwisata, pertanian, dan budaya. Cita-cita atau visi PDT tentu tidak dapat dilepaskan dari isu-isu memajukan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba yang bertumpu pada pengembangan berbagai potensi sektor tersebut dengan skala prioritas.

“Upaya memajukan masyarakat setempat tidak dapat dilepaskan dari pengembangan beberapa sektor unggulan selain inovasi manajemen pemerintahan yang berkualitas, berwawasan budaya (kearifan lokal), dan amanah,” urainya.


Pada akhir suratnya Dr Tuntun Sinaga MHum yang juga Sekretaris Dewan Pakar Pengurus Pusat PPTSB ini mengatakan bahwa pembangunan pariwisata harus diarahkan sekaligus untuk revitalisasi budaya, meningkatkan ketahanan budaya, dan menyejahterakan masyarakat. Hak-hak ekonomi, budaya, dan ekologi masyarakat yang tinggal di kawasan Danau Toba haruslah menjadi perhatian dan pertimbangan utama dalam proses pembangunan secara umum dan secara khusus dalam pengembangan pariwisata ke depan.

“Ketika berbicara tentang tiga sektor pengembangan PDT maka kita tidak terlepas dari isu manusia dan alam. Manusia dalam arti masyarakat kawasan haruslah diposisikan sebagai subjek utama dalam semua tahapan mulai dari gagasan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hingga keberlanjutan (sustainability),” pungkasnya. (FAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel