Drs. Jerry Rudolf Sirait: Gratiskan Sekolah Swasta? Qua Vadis Sekolah Swasta?

JAKARTA, DNT News – Salah satu “yang istimewa” dari Pemkot Semarang, walau hal serupa sudah ada di beberapa daerah, menggratiskan beberapa Sekolah Swasta. Syukurlah! Gratis? Sedari dulu BMPS “menggugat” Pemerintah yang mendeklarasikan frasa/diksi “sekolah gratis”. Gugatan itu pun disampaikan BMPS kepada Pemerintah, termasuk MPR RI.

Hal ini dikatakan Ketua Pengawas Nasional BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Pusat, Drs Jerry Rudolf Sirait ke dalihannatolunews.com, Selasa 26 November 2019 pagi, di Jakarta terkiat menggratiskan sekolah swasta. “Mengapa? Karena biaya pendidikan itu tidak hanya satu komponen saja. Bukan saja uang sekolah peserta didik, tetapi menyangkut segalanya sejak dari rumah, di sekolah, sampai di rumah lagi,” katanya.

Diutarakannya, BMPS pernah menyampaikan bahwa sekolah gratis itu pembodohan publik. Sekolah gratis itu mengendorkan semangat orang tua menyekolahkan anaknya. Di Jakarta sekarang ini, KJP dijadikan orang tua sebagai sumber penghasilan, tidak seutuhnya untuk kepintaran anaknya. Lebih dari pada itu, UU tidak menyebut “gratis” tetapi merumuskan (dan sekaligus) “tanggung jawab negara”.

“Persoalan utama yang dihadapi Sekolah Swasta adalah kelalaian negara melaksanakan amanat UUD Negara RI Tahun 1945. Pendidikan (dasar) adalah tanggung-jawab negara. Pemerintah tampaknya ogah mematuhi perintah UU Sisdiknas bahwa “tidak ada dikotomi Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta” sementara yang terjadi justru dikotomisasi secara nasional. Bahkan, uji materi terhadap Pasal 55 UU Sisdiknas tersebut yang menegaskan bahwa Pemerintah ‘wajib’ mendukung Sekolah Swasta tidak pula diindahkan,” urainya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 151/Desember 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 150/November 2019

Drs Jerry Rudolf Sirait yang merupakan mantan Sekjen BMPS Pusat dan mantan Sekum MPK (Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia) menyampaikan bahwa dalam beberapa dokumen mengatakan “Pemerintah tidak boleh memperlakukan Sekolah Swasta secara diskriminatif!” walau pun diskriminasi itu terjadi di mana-mana.

“Karena ‘maju mundurnya’ Sekolah Swasta adalah juga tanggung jawab Pemerintah. Nyatanya Penyelenggara dan Pengelola Sekolah Swasta-lah yang sesungguhnya bertanggung-jawab. Kalau di Sekolah Negeri, semua-semuanya tanggungjawab negara. Namun Sekolah Swasta ada yang lebih baik dari Sekolah Negeri dan Sekolah Negeri ada yang lebih ‘”oon” dari Sekolah Swasta yang “oon”. Itu fakta!” tandasnya.


Kepedulian Pemerintah terhadap Sekolah Swasta itu mesti menjadi prioritas perjuangan BMPS dan anggotanya di semua tingkat. Sekarang waktu yang tepat untuk bergerak cepat kembali. “Apabila benar fokus pembangunan Pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini adalah pendidikan salah-satunya maka itu artinya Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta mesti diperlakukan sama oleh Pak Jokowi dan Pak Nadiem. Sama dalam banyak hal, walau tidak sama dalam semua hal: negeri dan swasta!” imbuhnya.

Jika Mendikbud serius atas pernyataannya bahwa guru memegang kunci peningkatkan mutu pendidikan maka guru yang dimaksud adalah guru di Sekolah Negeri dan di Sekolah Swasta ya guru di Indonesia. Maka dengan demikian perlakuan sama mengikuti kesempatan meningkatkan kualitas profesi keguruannya diberikan pula kepada Sekolah Swasta. Selama ini selalu Pemerintah memberi porsi kecil kepada Sekolah Swasta sebagaimana diberlakukan pusat-pusat pelatihan guru,” ucapnya.


Pada akhir percakapan, Drs Jerry Rudolf Sirait menegaskan bahwa waktunyalah sekarang BMPS dan anggotanya mengadakan percakapan hati ke hati dengan Bapak Mendikbud. Ada banyak soal yang dihadapi Sekolah Swasta yang mestinya “dibisikkan” kepada Pemerintah, dalam hal ini Mendilkbud dan Presiden. Ada timbunan masalah yang perlu dibongkar dan diatasi.

“Dalam percakapan saya akhir-akhir ini dengan Ketua MPR RI, Bapak Bambang Soesatyo, saya menyampaikan sedikit banyak masalah mengenai Sekolah Swasta. Pada akhir percakapan kami, beliau menyatakan bersedia menerima BMPS pada waktunya nanti. Qua vadis Sekolah Swasta? Salam BMPS!” pungkasnya. (MAR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel