Drs. Jerry Rudolf Sirait: Halak/Bangso Batak itu Cerdas dan Bijaksana

JAKARTA, DNT News – Saya bangga Halak/Bangso Batak, Bangsa Indonesia, serta warga masyarakat mondial. Sungguh! Persoalannya ialah bagaimana tetap/menjadi Batak 100 persen, Indonesia 100 persen, dan masyarakat mondial 100 persen.

Hal ini dikatakan Drs Jerry Rudolf Sirait, Tokoh Pendidikan, sebagai perenungannya. Zaman dahulu kala orang Batak terkenal ‘cerdas dan bijaksana’. Pepatah Batak mengatakan ”Ijuk tu para-para hotang tu parlabean, na bisuk nampuna hata naoto tu pargadisan”.

“Kalau bukan karena ‘cerdas dan bijaksana’ dari sono nya tentu generasi pertama Batak itu sudah lama lenyap. Bayangkan perjalanannya dari negeri nan jauh tiba di Dolok Pusuk Bukit dan marpinompari lalu kemudian berdiaspora. Luar biasa!” katanya.

Kemampuan bertahan tidak terjajah adalah antara lain karena nenek moyang Batak cerdas dan bijaksana. Bahwa ternyata ada kekalahan dalam peperangan (Raja Sisingamangaraja XII) tokh tidak menyerah. Sejarah mencatat bahwa Halak Batak tidak pernah menyerah kepada penjajah. Kalah, ya. Tetapi menyerah, tidak!

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 141/Februari 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 141/Februari 2019

Di bidang kegerejaan pun demikian. Pdt Kasianus Sirait berhasil memimpin HKBP manjujung baringinna (berdikari) pada tahun 1940 sewaktu HKBP “ditinggal sibontar mata” (sebutan untuk orang Belanda dan Jerman waktu itu).

Drs Jerry Rudolf Sirait yang merupakan Sekretaris Pengawas YPDT ini menyampaikan jauh sebelum Kemerdekaan RI, Halak Batak sudah berdiaspora, bukan saja ke Pulau Jawa tetapi juga ke Eropa. “Dari kampung kami, Lumban Sirait Gu, waktu itu sudah ada yang ke Batavia dan kemudian ke Eropa. Coba bayangkan, Lumban Sirait Gu adalah desa kecil di Uluan,” imbuhnya.


Bicara momentum 1908, Halak Batak sudah berpartisipasi aktif. Pada Sumpah Pemuda tahun 1926 dan tanggal 28 Oktober 1928, Halak Batak sudah menjadi tokoh sentral. Dalam pergerakan nasional, baik di Bona Pasogit maupun di Sumatera Timur dan di Pulau Jawa, peran-sertanya cukuplah besar. Sampai pada fase memperjuangkan dan memperoleh Kemerdekaan RI.

“Masih segar dalam ingatan kita banyak Halak Batak yang menjadi tokoh nasional pada setiap era sampai sekarang ini. Itulah pertanda Halak Batak itu cerdas dan bijaksana!” sebutnya.

Tidak terkecuali di dalam urusan keyakinan dan keimanan, peran Halak Batak tidaklah terkatakan. Selain sebagai pimpinan Sinode Gereja, Lembaga Gerejawi, dan Lembaga Keumatan di tingkat nasional, di tingkat dunia pun begitu banyak Halak Batak. Tamansiswa pada masa-masa jaya nya pernah dipimpin Halak Batak.


Drs Jerry Rudolf Sirait yang juga satu pendiri “Batak Center” ini mengatakan di berbagai profesi pun ada Halak Batak. Beberapa tahun lalu, tidak ada berita koran yang tidak menyebut Halak Batak di dalamnya. Bahkan calon legislatif pun sekarang ini sangat banyak Halak Batak.

Pertanyaan besar yang muncul baginya, apakah Halak Batak yang disebut cerdas dan bijaksana itu masih menyadari dirinya dengan sungguh-sungguh bahwa dirinya Halak Batak? Masihkah mereka mencintai Tano Batak? Masih mereka memahami dan melakonkan adat dohot ugari serta bangga pada Habatakon?

“Lebih dari pada itu, ke depan apakah Halak/Bangso Batak itu cerdas dan bijaksana? Apakah masih mungkin 100 persen sebagai Batak, Indonesia, dan masyarakat mondial?” pungkasnya.

Komentar (1)

One Comment on “Drs. Jerry Rudolf Sirait: Halak/Bangso Batak itu Cerdas dan Bijaksana”

  1. Memang kita harus bangga menjadi Halak Batak
    Budaya batak harus kuta wariskan kepada keturunan kita.
    Batak itu terkenal .cerdas .cermat dan bisuk .
    Di negara ini banyak orang pintar .tapi tdk banyak yg marbisuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (1)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel