Drs. Jerry Rudolf Sirait: Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba Dalam Perenungan Seorang Awam

JAKARTA, DNT News – Mestinya semua Halak/Bangso Batak di mana pun berada mendukung pembangunan destinasi pariwisata Danau Toba baik pada aras nasional maupun internasional. Ya, tetapi dengan tetap berpedoman pada ketentuan bahwa Tano Batak adalah Tanah Adat Batak yang bukan karena ditentukan UU dan regulasi lainnya tetapi oleh faktor historis.

Hal ini dikatakan Pengawas Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Drs Jerry Rudolf Sirait kepada dalihannatolunews.com, Senin 15 Oktober 2019 malam, di Jakarta, terkait perenungannya sebagai seorang awan tentang Pembangunan Destinasi Pariwisata Danau Toba. “Tanah itu adalah warisan Nenek Moyang dari sejak generasi terdahulu, turun temurun sampai generasi sekarang ini. Sian sundut tu sundut, marsundut-sundut,” katanya.

Disampaikannya, sejarah membuktikan bahwa Halak Batak turut memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan RI yang konon sudah banyak menjadi aktivis pejuang sejak tahun 1908, 1928, dan 1945. Dalam perjuangan itu penderitaan tidak terelekkan dan terjadi tumpah darah yang terbukti dengan adanya Taman Makam Pahlawan di Jakarta, Medan, dan di kabupaten/kota di Sumatera Utara. Batak tidak datang kemudian setelah kemerdekaan, tetapi justru turut-serta memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan.

“UUD Negara RI Tahun 1945 adalah sumber hukum dan panduan utama norma kehidupan-bersama yang sudah dipatuhi Halak Batak sejak Proklamasi Kemerdekaan RI. Sudah begitu banyak yang dipersembahkan Halak Batak kepada negeri ini, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019

Drs Jerry Rudolf Sirait mengingatkan bahwa mantan Gubernur Sumatera Utara Raja Inal Siregar pernah mengatakan gereja punya andil besar sebagai pusat perjuangan kemerdekaan itu. Bahkan penjajah pernah menghancurkan gedung gereja karena menganggap dijadikan sebagai tempat bersembunyi para pejuang.

“Lalu pertanyaan kekinian: Apakah mesti semuanya untuk republik ini, termasuk Tano Batak? Lalu, kapan republik ini ‘berbuat’ untuk Halak Batak di Tano Batak? Sampai saat ini ditemukan bukti bahwa roti pembangunan selama ini tidak kunjung tiba di Tano Batak. Masih kategori ‘tertinggal’. Maaf kalau saya salah!” ucapnya.

Disayangkannya, pada saat pemerintah merencanakan untuk membangun Tano Batak melalui pembangunan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata tetapi tanah dijual kepada investor. Tano Batak dikapling-kapling untuk menjadi milik investor. Menjadi milik “pendatang”. Begitu bangganya pemerintah untuk membangun Tano Batak, tetapi dengan menjual tanahnya kepada investor yang dari luar negeri.

“Muncul dalam pikiran saya. Selain tujuan mulia Pak Jokowi, jangan-jangan dibalik itu semua ada kesengajaan ‘gerakan g…’ Sehingga nantinya Batak dan habatakon hanya menjadi cerita tempo doeloe. Walau pemerintah berjanji mensejahterakan rakyat, serta bukan proses pemasungan dan pemiskinan rakyat. Semoga!” ucapnya.

Menurut hemat Drs Jerry Rudolf Sirait, memperjuangkan Tano Batak adalah tanah adat Batak/komunal; pembangunan pariwisata Danau Toba dengan tetap menghargai nilai luhur habatakon dan kearifan lokal dalam spirit pembangunan berkelanjutan; mendampingi dan mencerahkan warga mengenai hukum dan haknya; pembangunan dalam balutan kasih, keadilan dan kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan; Danau Toba sebagai Tao Toba Raja ni Sudena Tao dikembalikan menjadi Tao Na Uli, Aek Na Tio, Mual Hangoluan; Kawasan Danau Toba menjadi Kota Berkat di Atas Bukit. “Ini bukanlah provokasi. Sekali lagi bukan provokasi!” tandasnya.

Dia pun menyarankan agar semua pemangku kepentingan duduk bersama dan bersama-sama memusyawarahkannya. Bukan pendekatan kekuasaan, bukan pendekatan ‘atas bawah’. “Masih ada waktu untuk itu demi untuk kesungguhan kemaslahatan umat. Mudah-mudan pembangunan yang tampaknya tergesa-gesa sekarang ini bukan untuk sekedar ‘kejar tayang’. Salam habatakon!” pungkasnya. (TAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel