Drs. Mohamad Fatikhin, Apt, Keterangan Ahli YPDT: Membuktikan Bahwa KJA PT Aquafarm Nusantara Penyebab Pencemaran Air Danau Toba

JAKARTA, DNT News – Angka maksimal BOD dan COD menurut peraturan adalah BOD maksimum 2 dan COD maksimum 10. Dengan memperhatikan hasil pengujian Sucofindo di beberapa titik perairan Danau Toba dekat KJA PT Aquafarm Nusantara, tampak hasilnya menunjukkan BOD di atas angka 2 dan COD di atas angka 10.

Hal ini dikatakan Drs Mohamad Fatikhin Apt, lulusan ITB yang saat masih aktif sebagai Pengurus IA ITB Departemen Pemberdayaan Masyarakat dan Pengurus IA FA ITB, pada sidang lanjutan Tata Usaha Negara, Rabu 10 Januari 2018, di PTUN, Jakarta. “Angka-angka yang melebihi di atas Baku Mutu tersebut menunjukkan telah tercemar menurut apa yang ditentukan peraturan yang berlaku,” katanya.

Ahli yang dihadirkan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) selaku Penggugat ini menjelaskan penyebab dilampauinya batas maksimal BOD dan COD di beberapa titik perairan Danau Toba tempat beraktivitasnya KJA (Keramba Jaring Apung) PT Aquafarm Nusantara.

Tim Litigasi YPDT sebagai Kuasa Hukum YPDT yakni Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua) dan Deka Saputra Saragih SH MH (Anggota)

Dia juga menguraikan hasil pengujian laboratorium PT Sucofindo terkait parameter BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand).

Angka BOD adalah jumlah oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk menguraikan pencemaran dalam air. Semakin tinggi BOD, maka dibutuhkan jumlah oksigen yang lebih untuk penguraian pencemar. Semakin tinggi BOD, maka semakin tinggi pencemarannya.

Drs Mohamad Fatikhin Apt mengungkapkan, angka COD merupakan jumlah total oksigen yang diperlukan oleh semua mikro organisme pengurai. Makin tinggi angka COD berarti makin tinggi pencemarannya. Angka BOD dan COD yang tinggi itu disebabkan oleh pencemaran organik. Pencemaran organik disebabkan antara lain pelet ikan (pakan ikan). “Dengan demikian dapat disimpulkan telah terjadi pencemaran organik di perairan Danau Toba,” terangnya.


Sidang dipimpin Majelis Hakim, antara lain Wenceslaus SH MH (Hakim Ketua), Oenoen Pratiwi SH MH (Hakim Anggota I), dan M Arief Pratomo SH MH (Hakim Anggota II). Pardomuan Silalahi SH selaku Panitera Pengganti (PP).

Dari Tim Litigasi YPDT sebagai Kuasa Hukum YPDT hadir Robert Paruhum Siahaan SH (Ketua) dan Deka Saputra Saragih SH MH (Anggota). Hadir juga Sekretaris Eksekutif, Jhohannes Marbun SS MA, dan sekitar 20 orang pemerhati Danau Toba yang tertarik dengan perjuangan pemulihan Danau Toba.

Sementara dari pihak Tergugat (Badan Koordinasi Penanaman Modal) menghadirkan 3 orang Kuasa Hukumnya dan dari pihak Tergugat II Intervensi (PT Aquafarm Nusantara) diwakili Kuasa Hukumnya Dr Hotman Paris Hutapea dan rekan.

Majelis Hakim menunda persidangan dan akan melanjutkan sidang kembali pada Rabu 17 Januari 2018. Agenda Sidang adalah mendengarkan keterangan ahli dari BKPM dan pemeriksaan bukti surat dari PT Aquafarm Nusantara karena pihak PT Aquafarm Nusantara menggantikan Kuasa Hukumnya. (SP)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel