Drs. Nikson Nababan, MSi, Bupati Tapanuli Utara: Pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNITAR) di Kabupaten Taput Sangat Penting dan Mendesak

JAKARTA, DNT News – Lulusan STAKPN (Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri) Tarutung sudah jenuh dalam pasaran kerja dengan alasan setiap sekte gereja telah membuka sekolah tinggi untuk keperluan guru dan pendetanya. Akhirnya aset yang dimiliki sudah kurang maksimal pemanfaatannya kalau hanya mempertahankan sekolah itu.

Hal ini dikatakan Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi terkait rencana pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNITAR) di Kabupaten Taput kepada DALIHAN NA TOLU, seusai pertemuan awal tahun 2018 Pemerintah, Gereja, dan Komunitas, Sabtu 03 Februari 2018, di Wisma Indocement, Jln Jenderal Sudirman Kav 70-71, Jakarta Selatan.

“Pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNITAR) di Kabupaten Taput sudah sangat penting dan mendesak. Karena mempertahankan STAKPN dengan fungsi untuk menghasilkan Sarjana Pendidikan Agama Kristen Protestan saja, sudah terasa mubazir dengan keberadaan asset yang dimilikinya,” katanya.

Disampaikannya, pengembangan STAKPN menjadi UNITAR akan mendukung program BODT dan pemerintah. Mengingat posisi strategis Taput untuk pengembangan pusat pendidikan di Kawasan Danau Toba.

“Hal ini saling mendukung dan menguatkan antara pengembangan wilayah Taput-Tapanuli Raya dalam pengembangan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi, dengan UNITAR terkait pengembangan SDM dan BODT terkait pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Drs Nikson Nababan MSi Bupati Taput bersama Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (FEB-USAKTI) Jakarta

Drs Nikson Nababan MSi sudah memperhitungkan secara matang manfaat peningkatan STAKPN menjadi UNITAR melalui analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats). Termasuk pengajuan rencana fakultas meliput Keguruan, Ilmu Administrasi, Ekonomi, Pertanian, Teknik, Kedokteran dengan berbagai program studi.

Berbagai langkah strategi untuk mewujudkan telah dan akan ditempuh. Tahun 2017 berupa sosialisasi dan diskusi publik gagasan pengembangan STAKPN menjadi UNITAR kepada stakeholders. Tahun 2018 berupa penyusunan proposal transformasi STAKPN menjadi UNITAR dan pengusulan ke pemerintah pusat, melakukan kajian akademis rencana fakultas dan program studi, serta persiapan teknis tentang pengembangan kelembagaan struktur, SDM, dan anggaran.

“Kalau semua ini berjalan dengan baik, kita rencanakan tahun 2019 operasional UNITAR akan dimulai dari fakultas dan program studi yang sudah siap,” katanya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 129/Februari 2018

Drs Nikson Nababan MSi mengingatkan, rencana pendirian UNITAR bukan hanya untuk kepentingan Taput semata tetapi Tapanuli Raya secara keseluruhan.

“Untuk itu kita mengajak para kepala daerah di Tapanuli Raya untuk ikut mendukung. Karena misalnya, kita kan bisa buka Fakultas Maritim di Tapteng, Fakultas Kehutanan di Humbahas, Fakultas Pariwisata di Samosir, Fakultas Pertanian di Karo, dan wilayah lainnya,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel