Edison Manurung, SH, MM: Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 Menjadi Momentum Pemuda Merajut Kembali Potensi dan Melanjutkan Mengawal Reformasi

JAKARTA, DNT News – Peran pemuda Indonesia tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa dimulai dari pergerakan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, Pergerakan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa 1966, hingga Pergerakan Mahasiswa 1998 yang membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi.

Hal ini dikatakan Edison Manurung SH MM, Mantan Ketua DPP KNPI, kepada dalihannatolunews.com sekaitan dengan menjelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 yang ke-89.

“Sangat prihatin melihat pemuda saat ini. Beda ketika era kami 30 tahun lalu, dimana sangat proaktif menyuarakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan “Generasi muda adalah harapan bangsa” sangat membanggakan. Namun saat ini generasi muda di Indonesia cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa yang terlihat dari adanya kasus narkoba, kejahatan, pergaulan bebas, dan lainnya.

Dia mengutip perkataan Presiden RI pertama Dr Ir H Soekarno: “Beri aku sepuluh pemuda akan aku goncangkan dunia.” Jelas terlihat bahwa peran pemuda Indonesia begitu penting dalam membangun bangsa.

Edison Manurung SH MM (berdiri keempat kiri) dan rombongan KNPI dengan Presiden RI ke-3 Prof Dr BJ Habibie, di Istana Negara Jakarta
Edison Manurung SH MM (kedua kiri) dan rombongan KNPI dengan Presiden RI ke-3 Prof Dr BJ Habibie, di Istana Negara, membahas peran pemuda sebelum berangkat ke New York, USA, mengikuti sidang di PBB

Edison Manurung SH MM yang merupakan Staf Khusus Ketua DPD RI ini sudah menulis buku “Merajut Kembali Kohesi Sosial Pemuda Sebagai Anak Bangsa”. Dia melihat para pemuda sekarang tidak peduli lagi terhadap kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia pun tidak memungkiri adanya dualisme kepengurusan DPP KNPI saat ini, dimana kantornya di Jln HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, ditutupi “police line“ karena terjadi perkelahian di antara dua kubu kepengurusan.

Buku “Merajut Kembali Kohesi Sosial Pemuda Sebagai Anak Bangsa” karya Edison Manurung SH MM

“Padahal awal reformasi yang dipelopori pemuda dan mahasiswa, kita bergerak dari Kantor KNPI Kuningan menuju ke DPR Senayan untuk menyuarakan aspirasi. Seyogianya pemuda sekarang harus tetap mengawal reformasi itu demi eksistensi Pemuda Indonesia,” tandasnya.

“Mereka harus membaca buku saya itu lebih mendalam agar paham bahwa KNPI itu adalah perekat bangsa dan kadernya harus menyatu satu sama lain serta men-support para senior,” sambungnya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 125/Oktober 2017

Dia berharap di peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 ini menjadi momentum para pemuda merajut kembali potensi untuk ikut berperan aktif membangun bangsa di era Presiden Jokowi dan melanjutkan mengawal reformasi yang dipelopori pemuda dan mahasiswa.

Peranan pemuda dan mahasiswa masih sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan melanjutkan cita-cita bangsa ini. “Hidup pemuda dan semangat terus demi NKRI,” pungkasnya. (Yansen)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel