Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing: Bertemu dengan Bank BNI di RS HKBP Balige Pastikan Medis dan Pegawai Terima Gaji

BALIGE DNT News – Kita meminta supaya seluruh medis, para pegawai, para pelayan HKBP, seluruh jemaat, dan para pihak lainnya termasuk media agar tidak ada yang memprovokasi siapapun dengan informasi yang tidak sehat. Tetapi sebaiknya kalau tidak bisa menolong masyarakat memahami kondisi dengan benar, lebih baik tidak menimbulkan masalah.

Hal ini dikatakan Ompu I Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, pada kunjungan dadakannya ke RS HKBP Balige, Rabu 27 Februari 2019, sekaligus mengadakan pertemuan yang juga dihadiri perwakilan BNI. “Sebab perbaikan RS HKBP Balige terus diupayakan maksimal dengan mekanisme yang berlaku. Lebih semua pihak dan kita semua saling mendukung demi rumah sakit yang kita banggakan ini,” katanya.

Dijelaskan Ephorus bahwa mekanisme pelayanan RS HKBP Balige tetap berjalan dipimpin Pelaksana Direktur. Yayasan Kesehatan pun tetap berjalan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pimpinan HKBP sebagai Pembina Yasayan Kesehatan HKBP, berupaya maksimal untuk kemajuan rumah sakit ini.

Lebih lanjut Ephorus menerangkan bahwa sampai saat ini sebenarnya tidak ada masalah. “Kalau tentang gaji pegawai rumah sakit ini sudah kami bicarakan dengan pihak Bank BNI. Seluruh dokter, staf, dan pegawai rumah sakit ini akan menerima haknya dengan pencairan dana dari bank BNI pada Jumat 01 Maret 2019 nanti,” ujarnya.

Pertemuan Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dengan Evelyn Sibarani mewakili Kepala Cabang BNI menghasilkan kepastian bahwa para medis dan pegawai RS HKBP Balige akan terima gaji Jumat 01 Maret 2019

Sementara tentang kerjasama dengan BPJS Kesehatan, Ephorus berharap BPJS Kesehatan berniat baik untuk kembali kepada perjanjian kerjasama mengacu kepada UU tentang kesehatan, Peraturan Presiden Tentang Jaminan Kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Ephorus mengatakan ini karena kerjasama BPJS bukan kepada yayasan, tetapi kepada rumah sakit melalui Direktur. “Jadi pemutusan kerjasama tersebut tanpa alasan yang konkret dan mendasar. Sebab mekanisme yang kami lakukan sebagai Pembina Yayasan sesuai dengan Akta Pendirian Yayasan Kesehatan HKBP. Selain itu RS HKBP Balige juga memenuhi syarat untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, karena sudah terakreditasi dan tidak defisit,” urainya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 142/Maret 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 142/Maret 2019

Menurut Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, terkait Akta Yayasan dari kementerian seharusnya tidak dipersoalkan karena ketika mengadakan perjanjian kerjasama BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit, justru tidak ada dipersoalkan atau mengevaluasi Akta Yayasan sejak awal.

“Nah kenapa sekarang Akta Yayasan baru dipersoalkan BPJS Kesehatan justru setelah memutus kerjasama dengan RS HKBP Balige? Apalagi Kepala BPJS Kesehatan Pematangsiantar pun sebenarnya melalui perwakilannya BPJS Kesehatan Cabang Tobasa sudah konsultasi tanggal 30 Agustus 2018 di Pearaja Tarutung dan menerima penjelasan. Saya kira mengerti dan kami terbitkan Surat Keterangan Pelaksana Direktur sesuai kebutuhan BPJS Kesehatan Pematangsiantar dan BPJS Kesehatan Tobasa,” terangnya.


Ephorus berharap BPJS dalam waktu dekat mengembalikan perjanjian kerjasama dengan RS HKBP Balige karena ini menyangkut rumah sakit dan kebutuhan rakyat agar tidak perlu sampai ke jalur lebih tinggi.

“Kalaupun ada isu yang bilang ada masalah di yayasan, masalah dengan uang yang tertahan di bank, sebenarnya tidak ada masalah dari intern rumah sakit maupun yayasan. Itu justru muncul hanya karena ada somasi dari pihak lain yang mungkin tidak berniat baik walaupun sebenarnya somasi tidak bisa menjadi dasar untuk bertindak,” tegas Ephorus. (BK)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel