Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing: Pimpin Jubileum 100 Tahun Rumah Sakit Umum HKBP Balige

BALIGE, DNT News – Rumah Sakit Umum HKBP sudah berusia 100 tahun yang berdiri sejak 01 Agustus 1918. Di Tanah Batak dulunya, ada banyak wabah penyakit seperti munmen, cacar, diare, tetapi orang Batak selalu bilang itu karena “begu antuk”, lalu itu disisihkan dari masyarakat “dibeanghon”. Makanannya dimasukkan ke dalam kurungan. Kalau habis berarti masih hidup, tetapi kalau sudah tidak habis berarti sudah mati, kemudian dikuburkan.

Hal ini dikatakan Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam kotbahnya pada perayaan Jubileum 100 Tahun RSU (Rumah Sakit Umum) HKBP, Minggu 05 Agustus 2018 pagi, di kompleks Gereja HKBP Balige tepat di depan RSU HKBP Balige.

Disampaikannya, pernah dulu dijual garam dari Tapanuli sampai ke wilayah Sumatera Timur karena dianggap sangat mujarab, bahkan kalau pusing dianggap garam sebagai obatnya. Mendengar ini, Misionar turun tangan dengan meminta bantuan dari RMG sehingga didirikan barak-barak atau pos kesehatan di berbagai daerah Tapanuli Raya.

“Inilah cikal bakal menjadi pusat pelayanan Rumah Sakit. Pemerintah memberikan perhatian menjadikan tempat itu bangsal tepat 01 Agustus 1918 di tempat ini,” katanya.

Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dan Ompu Boru Mantasia Siahaan memotong kue Ulang Tahun ke-100 RS HKBP Balige untuk dibagikan kepada hadirin
Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Sekjen, Kadep Diakonia, Kadep Marturia, dan para pendeta memberikan doa berkat pada ibadah Ulang Tahun ke-100 RS HKBP Balige

Orang benar dan orang yang beriman adalah orang-orang yang juga mementingkan kesehatan jasmani dan rohani. Orang Batak sejak dulu telah diajarkan pentingnya pelayanan holistik, jelas seperti ungkapan “Pir ma pongki, bahul bahul pancalongan. Pir ma tondi, lujuluju ma pangomoan”. “Sangat penting menjadi sehat jasmani dan rohani. Tidak ada larangan menjadi kaya, tetapi pujilah Tuhan, tolonglah orang yang menderita,” imbuhnya.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing melanjutkan, Yesus Kristus mati demi manusia, dilanjut dengan pelayanan para Misionar ke Tanah Batak. Seperti Misionar Gustav Pillgram yang mau meninggalkan kampung halaman, keluarga, tanah, hanya datang ke Tanah Batak sampai meninggal di Balige.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama Sekjen Pdt David Farel Sibuea MTh DMin, Kadep Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak, dan Kadep Marturia Pdt Dr Anna Vera Pangaribuan
Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian dan Ibu bersama Ompu Boru Mantasia Siahaan, Ny Yenny Adelina Sibuea Hutagaol BAc, dan lainnya pada ibadah Ulang Tahun ke-100 RS HKBP Balige

“Bagaimana kita menghargai perjuangan para Misionar dan Kasih Tuhan kepada Bangsa Batak? Apakah sudah cukup sudah berdiri Rumah Sakit? Apakah sudah selesai berdirinya HKBP? Apakah sudah cukup misi kita sebagai Orang Kristen Batak? Belum, jawablah panggilan itu di dalam hidup kita masing-masing,” pintanya.

Jubileum 100 Tahun ini dilayani oleh Ephorus HKBP (pengkhotbah) dengan Kadep Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak dan Kadep Marturia Pdt Dr Anna Vera Pangaribuan (liturgist). Sementara Sekjen Pdt David Farel Sibuea MTh DMin (Pendoa Syafaat).

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 135/Agustus 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 135/Agustus 2018

Terlihat hadir para Pengurus Yayasan Kesehatan HKBP, Pengawas Yayasan Kesehatan HKBP, Mitra dari Jerman Kon-Suld Mr Radloff, Anak Rantau Toba pemerhati dan pendukung pengembangan Rumah Sakit, Para Pelayan Praeses, Pendeta Jemaat, Bibelvrouw, Guru Huria, Diakones, perwakilan beberapa distrik, dan utusan jemaat HKBP.

Seusai ibadah dilanjut dengan penyampaian kata sambutan oleh Ketua Panitia Praeses Pdt Donda Simanjuntak, Wakil Ketua Yayasan Kesehatan Prof Posman Sibuea, Perwakilan Keluarga Pardede dan Siahaan, Mewakili Praeses HKBP (Toba) Pdt Mangantar Tambunan, Mitra Jerman Distrik Kon-Suld oleh Reinhard Radloff, dan Bimbingan Pastoral Ompui Ephorus HKBP.


Dalam bimbingannya, Ompui Ephorus HKBP menegaskan rumah sakit ini adalah milik HKBP, anugerah Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tobasa secara khusus Bupati Ir Darwin Siagian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa.

Sebelum Puncak Jubileum ini, juga diadakan Seminar Kesehatan Jantung dan pola hidup sehat, donor darah, jalan santai yang dikoordinir oleh Panitia, Distrik dan Pemkab Tobasa. (BK)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel