Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing: Program Revitalisasi Mengembalikan secara Kontekstual Kejayaan Fungsi Pargodungan dengan Konteks Kehidupan Masa Kini

JAKARTA, DNT News – Banyak hal yang telah diperbuat para missioner pada zamannya. Ketika pelayanan dilakukan Dr IL Nommensen sebagai Ephorus HKBP periode 1881-1918 terdapat empat pokok besar yakni pendidikan, kesehatan, kehidupan sosial, dan pemberitaan injil.

Hal ini dikatakan Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing pada pertemuan awal tahun 2018 Pemerintah, Gereja, dan Komunitas terkait dengan destinasi pariwisata Danau Toba, Sabtu 03 Februari 2018, di Wisma Indocement, Ruang Melati, Lantai Dasar, Jln Jenderal Sudirman Kav 70-71, Jakarta Selatan.

“Keempat kelompok besar ini dilaksanakan secara serentak dan simultan. Tidak bertahap dan tidak berjenjang. Program tersebut dilaksanakan secara bersama dan merupakan satu paket pertumbuhan dan pengembangan kekristenan di tanah Batak,” katanya.

Acara yang dihadiri 500-an jiwa itu digelar KPPS (Komite Pelaksanaan Pelayanan Strategis) HKBP dengan Ketua Dr Sumihar P Tambunan dan H3 (Horas Halak Hita) dengan Ketua Ir Dumoly F Pardede MBA. Kegiatan itu mengambil tema “Sinergi Pemerintah, Gereja dan Komunitas Dalam Rangka Pengembangan Pariwisata dan Pertanian di Seputar Kawasan Danau Toba”.

Selain itu tampil sebagai pembicara Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PPN/Bappenas Prof Dr Bambang Brojonegoro MA SE, dan Menteri Pertanian Dr Ir Amran Sulaiman diwakili Justan R Siahaan Ak MAcc (Inspektur Jenderal). Sementara moderator diperankan Leo Hutagalung MSCE dan Dr Ir Raden Pardede.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PPN/Bappenas Prof Dr Bambang Brojonegoro MA SE

Ephorus HKBP dalam paparannya dengan topik “Memperkenalkan Orientasi Program Pelayanan HKBP Tahun 2018: Kesehatan dan Kebersihan dalam Lingkungan Hidup” mengatakan terdapat dua hal yang selalu direnungkan. Pertama, semakin sering melihat sesuatu, semakin tidak tahu yang dilihat itu bagus atau tidak (mardosdos). Kedua, lagu Pulo Samosir (rarat pinahan) diciptakan Nahum Situmorang menjadi kenangan seolah diciptakan setara perjanjian lama.

Setelah Dr IL Nommensen datang, gereja bertumbuh dan berkembang pesat. Raja-raja Batak memberikan sebidang tanah 5 hingga 7 hektar untuk pembangunan Pargodungan berupa gedung gereja, lahan perkebunan, poliklinik, serta gedung untuk kegiatan relasi sosial seperti sopo, undung-undung, dan partungkoan.

“Namun sejak dekade 1960-an, Pargodungan ini hanya tinggal bangunan gereja. Untuk itulah pada periode 2016-2020, HKBP mencanangkan program revitalisasi untuk mengembalikan secara kontekstual kejayaan fungsi Pargodungan dengan konteks kehidupan masa kini,” ujarnya.

Ketua KPPS HKBP Dr Sumihar P Tambunan diabadikan dengan Wakil Gubernur Sumut Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan lainnya
Ketua H3 (Horas Halak Hita) Ir Dumoly F Pardede MBA diabadikan dengan Wakil Gubernur Sumut Dr Hj Nurhajizah Marpaung dan lainnya

Pada akhir paparannya, Pdt Dr Darwin Lumbantobing menekankan berusaha pro-aktif melakukan pembangunan yang berguna bagi masyarakat terkait pertanian, pariwisata, keberadaan jalan tol melalui warga jemaat di gereja masing-masing. Keberadaan KPPS merupakan tangan kanan HKBP untuk memperhatikan hal-hal seperti itu.

“Kita yakin kepedulian lingkungan hidup, pertanian, dan sektor lain merupakan bagian dari ibadah. Gereja sangat berharap, bersama pemerintah dan komunitas dapat bersinergi untuk kesejahteraan jemaat,” pungkasnya. (HT)

 

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel