Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing: RSU HKBP Balige 100 Tahun Bukti Pelayanan Kesehatan yang Digagasi Dr. IL. Nommensen di Tanah Batak

BALIGE, DNT News – Kehadiran Rumah Sakit Umum HKBP Balige dipahami menjadi bukti pelayanan kesehatan yang digagasi Dr IL Nommensen di Tanah Batak. HKBP telah menetapkan tahun 2018 menjadi Orientasi Pelayanan Kebersihan dan Kesehatan Dalam Lingkungan Hidup sejak 05 Januari 2018 lalu.

Hal ini dikatakan Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing pada perayaan Jubileum 100 Tahun Rumah Sakit Umum HKBP Balige, Minggu 05 Agustus 2018 pagi, di kompleks Gereja HKBP Balige tepat di depan Rumah Sakit Umum HKBP Balige.

Sehubungan dengan itu, Ephorus HKBP juga mengajak seluruh Praeses HKBP agar memaksimalkan pelayanan di seluruh tirket jemaat, ressort, dan distrik, sebagaimana orientasi pelayanan yang ditetapkan periode 2016-2020.

Dalam pertemuan formal dan informal, Ephorus HKBP selalu menegaskan bahwa periode ini waktu bagi seluruh pelayan dan jemaat HKBP untuk merevitalisasi program pelayanan. Ada 4 (empat) pilar pelayanan membesarkan HKBP dalam kehidupan jemaat misioner yaitu Pendidikan, Kesehatan, Diakonia Sosial, dan Pekabaran Injil.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing menerima pengalungan bunga dan Ompu Boru Mantasia Siahaan menerima bunga pangku dari ASM pada perayaan Jubileum 100 Tahun RS HKBP Balige
Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing memberikan sepotong kue Ulang Tahun ke-100 RS HKBP Balige kepada Mitra Jerman yaitu Distrik Kon-Suld Reinhard Radloff
Defile Marching Band menyemarakkan perayaan Jubileum 100 Tahun RS HKBP Balige, Minggu 05 Agustus 2018 pagi, di kompleks Gereja HKBP Balige

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing mengatakan Rumah Sakit Umum HKBP Balige merupakan rumah sakit swasta yang berdiri tanggal 01 Agustus 1918 yang dipimpin Misioner KH Weissenburch dengan kapasitas 10 tempat tidur, yang saat itu Ephorus adalah Ompui Dr IL Nommensen dengan memberikan Filsafat Kesehatan dari Lukas 9:2.

Kemudian tahun 1928, Rumah Sakit Umum HKBP Balige menjadi Rumah Sakit Sending kedua dengan kapasitas 250 tempat tidur pada masa kepemimpinan dr W Wagner, yang kemudian didirikan rumah sakit pembantu dan 12 poliklinik di Balige.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 135/Agustus 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 135/Agustus 2018

Adapun beberapa dokter Jerman yang pernah melayani di antaranya dr W Wagner, dr Julius, dr Werner Gross, dr Aalbers, dr Yohannes Winklerr, dr Loewnstein, Zr Ida Graeber, Zr Mafdalena Albrech, yang kemudian para dokter dipenjarakan dikarenakan perang dunia kedua sehingga rumah sakit dilayani oleh Batak Nias Sending (BNS).

Kemudian tahun 1942 diambil alih oleh Jepang, yang kemudian diserahkan ke Pemerintah RI setelah merdeka. Tahun 1945-1955 sending Barmen mengirim dr Otto Hueck, dr A Fritz, dr C Shible (Pimpinan RSU Balige).


Dikarenakan persyaratan yang berat maka HKBP hanya menerima kembali Rumah Sakit Balige pada masa Ephorus Justin Sihombing. Era kepemimpinan dr Otto Hueck tahun 1960-1970, Rumah Sakit ini maju dengan bertambahnya bangsal, apotik, dan pompa air.

Setelah masa dr Otto Hueck, RS HKBP dipimpin dr CH Wester Hausen yang dibantu dr Barbara Warsing. Hingga dikarenakan banyak faktor pelayanan menurun dan masa Ephorus Pdt SAE Nababan terbentuk kerjasama dengan RS PGI Cikini, yang dilanjut dengan pergantian para pimpinan Rumah Sakit, yang kini dibawah naungan Yayasan Kesehatan HKBP. (BK)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel