Film “Merah Putih Memanggil”: Semua Anak Bangsa Mempertahankan Keutuhan NKRI Film Produksi Ketiga TeBe Silalahi Pictures Tayang Perdana Kamis 05 Oktober 2017

JAKARTA, DNT News – Film ini digagas dengan tujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pihak luar bahwa TNI akan selalu siap melindungi seluruh warga negara Indonesia. Film ini menunjukkan bahwa TNI mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk melakukan operasi militer di daerah mana pun guna mempertahankan martabat bangsa dan negara Indonesia.

Hal ini dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, pada saat meresmikan produksi film “Merah Putih Memanggil” beberapa waktu lalu, di Gedung Suma 2, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Film “Merah Putih Memanggil” akan tayang perdana Kamis 05 Oktober 2017 bertepatan dengan perayaan HUT TNI. Pemeran film ini terdiri dari Maruli Tampubolon, Prisia Nasution, Ariyo Wahab, Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Restu Sinaga, Happy Salma, dan Prajurit TNI. Film ini merupakan produksi ketiga dari TeBe Silalahi Pictures setelah “Toba Dreams” dan “I Leave My Heart In Libanon”.

Pembuatan film ini bertujuan memanggil semua anak bangsa terutama TNI untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman. Film ini juga menunjukkan bahwa TNI mempunyai doktrin “Deterrence Strategy” yang bisa dilaksanakan setiap waktu.

Pembuatan film “Merah Putih Memanggil” memiliki latar belakang. Pertama, Perkembangan ancaman dalam dan luar negeri. Kedua, Berkembangnya teroris internasional di luar negeri seperti di Timur tengah, Afrika Utara (Somalia), di Asia pada umumnya serta Asia Tenggara pada khususnya, dan lainnya. Ketiga, Penyanderaan Warga Negara Indonesia oleh kelompok teroris tertentu. Keempat, Image TNI di masyarakat dalam menghadapi ancaman, khususnya teroris.

Film yang bercerita tentang operasi pembebasan WNI di kapal pesiar yang disandera sekelompok teroris ini, akan melibatkan pasukan Kopassus TNI AD, Marinir, Kopaska, Penerbangan TNI AL, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala dari TNI AL, dan skuadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU.

Selain melibatkan satuan TNI, film ini juga akan menampilkan kehebatan senjata dan alat utama sistem pertahanan lain milik TNI. Dalam adegan film ini akan digunakan beberapa peralatan seperti senjata AX-308, SIG Sauer P 226, Minimi Para Machine Gun, alat selam Ampora milik Kopaska, dan teropong Leica Vector.

Letjen TNI (Purn) Dr TB Silalahi SH yang bertindak sebagai Eksekutif Produser mengatakan synopsis film “Merah Putih Memanggil” bertema “Glory or Dead” dimulai dengan adanya pembajakan kapal pesiar ukuran sedang berbendera Indonesia, Merah Putih, di perairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional.

“Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal karena melakukan pembangkangan. Empat awak kapal termasuk kapten beserta tiga warga negara Perancis, satu warga negara Kanada, dan satu warga negara Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga,” ujarnya.

Film ini diakhiri dengan pemakaman para pahlawan TNI di Makam Pahlawan yang bertempur sampai tewas untuk membela martabat bangsa Indonesia. Cerita dalam film ini berupa fiksi dan negara tetangga yang dimaksudkan bersifat hipotetis. Namun pasukan yang ikut dalam film ini adalah Pasukan TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta sebagian kecil para pemain film. (Fantoro)

Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 124/September 2017

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel