Forum Peduli Bona Pasogit: Gelar Diskusi Membahas Kondisi HKBP dan Bona Pasogit Kekinian

JAKARTA, DNT News – Forum Peduli Bona Pasogit (FPBP) mempunyai sikap independen, tidak mewakili kepentingan kelompok, kecuali tekad kepentingan melakukan perubahan terhadap HKBP menuju masa depan jemaatnya yang lebih baik.

Hal ini dikatakan Ketua Umum FPBP, Ir Sintong M Tampubolon, ketika membuka diskusi bertajuk “Kondisi HKBP dan Bona Pasogit Kekinian”, Selasa 24 Juli 2018, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kita semua mengikuti perkembangan HKBP. Bukan rahasia lagi adanya perbedaan pendapat yang seakan memunculkan perpecahan antara Ephorus dengan Sekjen yang sudah terbuka untuk umum. Baik keberadaan surat maupun yang terungkap pada Konsultasi Nasional HKBP beberapa waktu lalu,” katanya.

Dikatakannya, FPBP sangat prihatin melihat kondisi terakhir ini dan harus diselesaikan secara baik dan damai. “Jangan sampai ada yang memperluas ke arah keributan (hagunturon) yang melibatkan jemaat, mengingkat akan diadakan Sinode Godang Kerja, tanggal 08-12 Oktober 2018, di Pearaja, Tarutung. Mari kita bersinergi untuk memperbaiki demi keutuhan HKBP selama-lamanya,” ajaknya.

Suasana diskusi FPBP bertajuk “Kondisi HKBP dan Bona Pasogit Kekinian”, Selasa 24 Juli 2018, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat

Diskusi tersebut dihadiri Prof Dr Payaman Simanjuntak, Laksma TNI (Purn) Bonar Simangunsong, Ir Gustav Panjaitan, Dr Lintong O Siahaan SH MH, St Gortap Lumban Tobing, Ir Patiaraja Panjaitan, Ir Parlin Sianipar MT, Pdt P Hutahaean, J Hutasoit, Drs Bonaparte Siahaan, USM Tampubolon, Ir Bona Simanjuntak, Sahala Panggabean MBA, dan Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM.

Semua peserta memberikan masukan atas beberapa permasalahan di HKBP yang seharusnya tidak perlu terjadi. Untuk itu diharapkan para Pimpinan HKBP harus dapat menahan diri dengan tidak memaksakan kehendak agar pendapatnya diterima semua pihak. “Jangan sampai terulang kembali kejadian puluhan tahun silam. Kalau sampai ini terjadi, betapa malunya warga HKBP di seluruh Indonesia dan belahan dunia lainnya yang berjumlah lima jutaan jiwa ini,” kata beberapa peserta.

Suasana diskusi FPBP bertajuk “Kondisi HKBP dan Bona Pasogit Kekinian”, Selasa 24 Juli 2018, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat

Para peserta sangat memahami kepemimpinan HKBP yang kolektif kolegial di antara lima pimpinan yakni Ephorus, Sekjen, Kadep Koinonia, Kadep Marturia, dan Kadep Diakonia. Kondisi ini harus dipertahankan dengan pemikiran yang se-arah agar HKBP bisa menjadi berkat bukan saja bagi jemaat tetapi juga bagi dunia.

Semua menginginkan agar kepercayaan jemaat terhadap HKBP tetap utuh dalam kehidupan rohani. Karena selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebesaran HKBP, tidak terlepas dari hubungan kekerabatan (parsaoran) di antara jemaat melalui falsafah budaya Batak Dalihan Na Tolu.


Peserta diskusi berharap agar Sinode Godang Kerja pada Oktober 2018 dapat menuntaskan hasil Konsultasi Nasional HKBP yakni 76 keputusan dalam bidang organisasi, sumber daya, aset, serta aturan dan peraturan; bidang ekonomi kerakyatan; bidang pendidikan; dan bidang pelayanan. “Jangan sampai Sinode Godang Kerja itu kelak digiring kepada hal-hal yang menimbulkan perpecahan di tubuh HKBP na boloni. Itu sangat tidak kita inginkan,” pungkas peserta.

Dalam diskusi itu juga, Ir Parlin Sianipar MT mengungkapkan kondisi Bona Pasogit kekinian yang menjadi kasus seperti kemanusiaan-kemiskinan, kasus narkoba, kasus HIV/AIDS, kasus pelacuran, hubungan incest atau pemerkosaan keluarga yang membutuhkan perhatian dari tokoh masyarakat, gereja, adat, dan aparat pengawas intern pemerintah. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel