Ir. Mika Panusunan Lumbantobing: Peran Hukum Adat dalam Masyarakat Batak

Hukum Adat

JAKARTA, DNT News – Gagasan membentuk Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) dan usaha revitalisasi penerapan Hukum Adat Batak perlu disambut, didukung, dan diperjuangkan para pewaris budaya Habatahon agar segera terbentuk. Karena peran hukum adat sangat menentukan dalam pelestarian Habatahon.

Hal ini dikatakan Ir Mika Lumbantobing, Pemerhati Habatahon dan Warga Lansia HKBP Rawamangun Jakarta Timur, Kamis 24 Agustus 2017, ketika berbincang-bincang dengan dalihannatolunews.com, di Jakarta.

Dikatakannya, pemberlakuan Undang-undang (UU) No 6 Tahun 2014 tentang Desa harus disyukuri, karena UU ini merupakan unsur utama dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan suku bangsa yang terinkorporasi dalam NKRI dari bahaya disintegrasi.

“Khusus mengenai bangso Batak, pengabaian hukum adat yang menjadi ciri khas Habatahon, mengakibatkan terjadinya disintegrasi Bangso Batak. Oleh karena itulah dukungan seluruh putera Siraja Batak sangat diharapkan untuk pembentukan LABB dan usaha untuk pembentukan Pemerintahan Desa Adat di Tano Batak sebagai implementasi UU No 6 tersebut,” ujarnya.

Menurut pria yang aktif dalam kegiatan DPN KERMAHUDATARA ini, alasan mendukung berdirinya LABB dan pembentukan Pemerintahan Desa Adat untuk mencegah fenomena mengancam keutuhan, mengakibatkan disintegrasi, bahkan mungkin menghancurkan bangso Batak.

“Sekaligus mengundang masyarakat Batak untuk mencari solusi bagaimana mengatasi dan mencegah bahaya disintegrasi tersebut. Paling sedikit agar dapat menyadari akan bahaya itu dan menggugah agar timbul rasa concerned,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan secara detail disertai contoh yang ditujukan kepada generasi penerus atau hahaanggi yang lahir di luar Tano Batak dan kurang memahami Habatahon terkait ciri khas habatahon meliputi Masyarakat Bersilsilah, Masyarakat Bergolat, Anak ni Raja, Tatanan Kemasyarakatan, Bahasa dan Aksara, Penjajahan Belanda, Kelahiran Gereja Batak, Perjumpaan dengan Budaya Lain, dan Pembakuan Hukum Adat Batak.

“Molo taabaihon Hukum Adatta i sega ma Habatahon. Molo sala taaplikasihon Hukum Adatta i, tong do mamboan kehancuran tu halak Batak. Ai marbadai ma angka na marhaha-maranggi dohot na mariboto. Ala ni i tadukung ma jala dohot ma hita sude gabe partisipan pajongjonghon LABB,” pungkasnya. (Yansen)

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 124/September 2017 yang segera terbit. Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel