Indonesia Kita: Gelar Pentas Ke-32 Bertajuk “Celeng Oleng” Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan

JAKARTA, DNT News – Di suatu wilayah ada dua kampung dengan latar tradisi, sejarah, dan karakter yang berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lainnya dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini bersikap saling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng.

Hal inilah yang diangkat Indonesia Kita untuk menghibur para penikmat seni dalam pentas bertajuk “Celeng Oleng” dengan pesan “Jangan Kapok Menjadi Indonesia” yang digelar Sabtu 06 Juli 2019 pukul 14.00 WIB, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Indonesia kita sebagai forum seni budaya menggelar pentas ke-32 ini dengan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation. Lakon ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor serta tim kreatif terdiri dari Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, dan Paulus Simangunsong.

Lakon ini berkisah tentang Celeng yang merupakan seekor babi hutan liar, besar, dan bertaring. Celeng sering digambarkan sebagai hewan yang menakutkan dan mistis. Celeng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang kampung dimana dengus nafasnya membuat udara menjadi panas dan mengundang hawa tegang yang menimbulkan orang saling curiga dan mudah terpancing permusuhan.

Celeng digambarkan sebagai hewan menakutkan dan mistis dimana dengus nafasnya membuat udara menjadi panas serta orang saling curiga dan bermusuhan
Lakon Cak Lontong, Akbar, Boris Bokir Manullang, dan lainnya dalam “Celeng Oleng” yang memasukkan humor dengan penuh gelak tawa penonton
Lakon OBAMA (Orang Batak Marlawak), Marwoto dan lainnya dalam “Celeng Oleng” mampu menghibur penonton dengan logat Batak yang kental

Celeng Oleng pun digambarkan mampu menghisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri tanpa tertangkap karena uang dan bermacam barang bisa tiba-tiba lenyap. Banyak kejadian aneh di wilayah dua kampung itu. Warganya saling curiga, “Jangan-jangan ada yang sengaja melepas Celeng untuk menakuti penduduk dan membuat kacau?”

Ketika ada yang bermaksud baik mau menangkap Celeng Oleng, malah dituduh sebagai pemilik makhluk yang mengerikan itu. Ketika ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 146/Juli 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 146/Juli 2019

Sang Sutradara Agus Noor memasukkan humor yang menyimpan kekuatan subversif. Ia kian sensitif di tengah masyarakat yang makin formalis. Ada batas-batas yang seakan tak boleh diterabas. Namun di sana jugalah tantangan kreatifnya yang harus pintar berzig-zag. Sindiran akan situasi politik masa kini tampaknya masih menjadi bumbu menarik dalam sebuah pementasan yang mengundang gelak tawa penonton saat dilontarkan secara satir.

Butet Kartaredjasa mengatakan Indonesia adalah sebuah kompromi, sebuah musyawarah untuk memuliakan keberagaman budaya. Indonesia harus dengan gagah menolak watak Celeng. Pertanyaannya: “Adakah Si Celeng hari ini hidup lagi? Jangan-jangan Celeng itu malah bersembunyi di lapis tersembunyi diri kita sendiri.”

Demikian halnya Paulus Simangunsong mengatakan bahwa pencoleng jeli mendramatisasi Celeng Oleng. Membuatnya viral untuk merebakkan kegelisahan. Korban pun disasar untuk menjadi Celeng Oleng, membangun opini menjadikannya musuh bersama. Pencoleng pun memanen kepentingannya.


Pementasan “Coleng Oleng” yang berlangsung selama 3 jam itu sangat menghibur dengan pendukung acara Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Boris Bokir Manullang, Wisben, Joned, Meri Sinaga, OBAMA (Orang Batak Marlawak), Sri Krishna Encik, Sruti Respati, Christina Panjaitan, Febriati Nadira, Flora Simatupang, dan Andy Eswe. Pemusik dibawakan Jakarta Street Music. Penari diperankan I-Move Project.

“Celeng Oleng” dipentaskan selama dua hari. Hari Jumat 05 Juli 2019 pukul 20.00 WIB, serta dua kali pementasan Sabtu 06 Juli 2018 pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB. (YN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel