Indonesia Kita: Produksi Ke-27 Edisi Batak “Preman Parlente” Jangan Kapok Menjadi Indonesia

JAKARTA, DNT News – Sejak tahun 2011, Indonesia Kita melalui pementasan yang diadakan telah menjadi ruang kreatif bagi berbagai seniman di lintas bidang, kultural, dan generasi. Dalam pentas perdanya di tahun 2018, Indonesia Kita menggandeng para seniman Batak untuk bersama-sama memelihara semangat dan rasa cinta bagi Indonesia melalui jalan kebudayaan.

Hal ini dikatakan Butet Kartaredjasa pada program Indonesia Kita 2018 dengan tema “Budaya Pop: Dari Lampau Ke Zaman Now” yang menghadirkan lakon “Preman Parlente”, Sabtu 03 Maret 2018, pukul 14.00 WIB, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jln Cikini Raya No 23, Jakarta Pusat.

Pementasan “Preman Parlente” merupakan produksi ke-27 edisi Batak sebagai ibadah kebudayaan dalam Indonesia Kita. Dimeriahkan penampilan Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Merry Sinaga, Louise Sitanggang, Flora Simatupang, Alsant Nababan, OBAMA (Orang Batak Marlawak), Trio GAM (Wisben, Joned, dan Dibyo Primus), Sigma Dancer Theatre Indonesia, Siantar Rap Foundation, dan Viky Sianipar Ethnic Ensenble.

Lakon ini berkisah tentang kisah cinta sepasang kekasih, Ucok dan Butet, dengan segala lika-likunya. Ucok (Cak Lontong) adalah seorang preman yang sangat mencintai seorang perempuan bernama Butet (Louise Sitanggang). Ucok dikenal sebagai penipu ulung. Tapi dalam soal cinta, Ucok tak pernah berani berbohong. Ada dua hal dalam hidup yang tak pernah mau dilakukannya yaitu berbohong pada pacar dan pada ibunya.

Diabadikan para pendukung acara pada akhir pementasan “Preman Parlente”, Sabtu 03 Maret 2018, pukul 14.00 WIB, di Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat


Suatu ketika Butet dan Ucok datang ke Samosir. Di Samosir, ada situasi tak terduga. Seorang investor besar ingin menguasai kawasan wisata untuk dijadikan resort mewah. Sang investor menugaskan anak buahnya untuk membujuk dan menghasut warga agar mau menjual tanahnya. Di Samosir, ada pemuda-pemuda baik, ada pula pemuda-pemuda preman. Sang investor mencoba memberi janji-janji kepada para preman untuk mengumpulkan kekuatan dan menguasai warga. Kekuatan uang akhirnya bisa membuat para preman mendukung tujuan sang investor.

Kedatangan Ucok ke Samosir dijadikan jalan untuk mencapai tujuan sang investor dengan cara melalukan konspirasi jahat. Ucok difitnah dan dianggap kedatangannya ke Samosir semata-mata ingin menguasai wilayah kekuasaan mereka. Sang investor juga mencoba merayu Butet dengan cinta dan harta. Pertentangan Ucok dengan sang investor tak terhindarkan. Sang investor membuat situasi sehingga terbongkar bahwa sesungguhnya Ucok bukanlah pengusaha sukses melainkan seorang preman dan penipu ulung, sehingga membuat Butet sangat terpukul dan ingin meninggalkan Ucok.

Dalam pementasan tersebut berkumandang lagu “Unang Parmeammeam”, “Pulo Samosir”, “Inang”, “Si Doli na Sundat Hela”, “Na Sonang do Hita na Dua”, “Hasian”, “Parmitu”, “Ucok Lontong”, dan lainnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 130/Maret 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 130/Maret 2018

Pementasan yang berlangsung selama 3 jam itu sangat menghibur dengan tampilan artistik panggung oleh Ong Hari Wahyu, gerak tari dikoreografi Benny Krisnawardi, dan sutradara Agus Noor. Bertindak sebagai tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Djaduk Ferianto, Viky Sianipar, dan Paulus Simangunsong.

Pesan yang disampaikan pada pementasan yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini adalah “Jangan Kapok Menjadi Indonesia”. Pada akhir pementasan diadakan acara doa mengenang pelawak Gareng Rakasiwi yang meninggal Jumat 09 Februari 2018, di Banguntapan, Bantul, Yogjakarta.

Pementasan “Preman Parlente” berlangsung selama dua hari. Hari Jumat 02 Maret 2018 pukul 20.00 WIB, serta dua kali pementasan Sabtu 03 Maret 2018 pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB. (YN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel