Ir. Nurdin Tampubolon, MM: TAKO DKI Jakarta Harus Bisa Menjadi Barometer Untuk Seluruh Perguruan Karate di DKI Jakarta

JAKARTA, DNT News – Selamat kepada Pengurus Provinsi Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta. TAKO DKI Jakarta harus bisa menjadi barometer untuk seluruh perguruan karate di DKI Jakarta. Di zamannya TAKO Indonesia selalu mempersembahkan medali emas pada kejuaraan lokal, regional, maupun internasional.

Hal ini dikatakan Ir Nurdin Tampubolon MM, Ketua Umum PB Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia, dalam sambutannya seusai melantik Pengprov Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta periode 2018-2022, Minggu 02 Desember 2018 malam, di Restauran Handayani Prima, Jln Matraman Raya No 45, Jakarta Timur.

Dikatakannya, TAKO terus bangkit mendulang prestasi dengan cara membuat program kerja untuk menuju prestasi yang diharapkan. “Semua bersinergi melalui Pengcab dan Dojo untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas agar menghasilkan atlet siap diadu yang dibutuhkan bangsa dan negara,” katanya.

Ir Nurdin Tampubolon MM Ketua Umum PB Karate-Do TAKO Indonesia
Ir Effendi Sirait Ketua Dewan Guru Karate-Do TAKO Indonesia
Dr Prista Tarigan MSc PhD Ketua Pengprov Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta

Untuk itu TAKO harus kembali ke tujuan awal yakni membantu pemerintah dalam bidang olahraga karate, mencegah kenakalan remaja, dan memberikan pengawasan untuk membuat lingkungan kondusif.

“Saya mengharapkan Ketua Pengprov Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta untuk membuat suatu program dimana atlet berprestasi dari daerah dibawa ke Jakarta untuk dilatih intensif agar lebih berkualitas dengan memiliki daya saing di berbagai kejuaraan nasional, Sea Games, Asian Games, dan Kejuaraan Dunia Karate (WKF),” imbuhnya.

Brigjen Daniel Pasaribu Dewan Penasihat Pengprov Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta
Andi Amiruddin mewakili FORKI DKI Jakarta
Sutrisno mewakili Pangdam Jaya

Ir Nurdin Tampubolon MM menyarankan agar Pengprov DKI Jakarta bekerjasama dengan PB Karate-Do TAKO Indonesia, sehingga atlet-atlet berprestasi di daerah dapat dikumpulkan dan dilatih secara intensif di Jakarta.

Menurutnya, perlu diefektifkan Pengurus Cabang (Pengcab) tiap tingkatan kabupaten dan kotamadya, serta dilakukan Training of Trainer (ToT) sesuai dengan ketentuan TAKO dan tingkat internasional. “Sehingga perguruan Karate-Do TAKO Indonesia dapat menghasilkan atlet berprestasi di tingkat internasional,” harapnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018

Sementara Ir Effendi Sirait, Ketua Dewan Guru, dalam sambutannya mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus yang dilantik. Semoga dapat memberikan pikiran dan tenaga untuk kemajuan TAKO DKI Jakarta. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama yang sudah berbakti selama ini.

Dikatakannya, TAKO didirikan untuk tujuan mulia agar menghasilkan karateka yang perkasa, rendah hati, dan luhur budi. Setiap tahun TAKO Indonesia menghasilkan 150-200 karateka sabuk hitam. “Tidak cukup hanya perkasa, harus juga rendah hati dan luhur budi. Jadi Tri Cita Utama itu harus ditanamkan dalan diri setiap karateka. Karena ini merupakan cita-cita mulia dari pendiri TAKO,” katanya.


Turut memberikan sambutan Dr Prista Tarigan MSc PhD Ketua Pengprov Karate-Do TAKO Indonesia DKI Jakarta, Brigjen Daniel Pasaribu mewakili Dewan Penasihat, Andi Amiruddin mewakili FORKI DKI Jakarta, dan Sutrisno mewakili Pangdam Jaya.

Pada kesempatan itu dilakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, Bendera FORKI, Bendera TAKO, Pembina, Dewan Guru, Ketua Umum PB TAKO Indonesia, Tamu Undangan Khusus, dan sesama Karateka. Serta pembacaan Tri Cita Utama dipimpin Winarso yang diikuti seluruh hadirin. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel