Ir. S.M. Tampubolon: Terimakasih Kepada Presiden Jokowi Atas Kesungguhan Mendorong Percepatan Pembangunan Pariwisata ke Danau Toba

JAKARTA, DNT News – Masyarakat Batak harus bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang telah menciptakan Danau Toba. Patut juga menyampaikan terimakasih kepada UNESCO yang telah menetapkan Kaldera Toba masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO, Selasa 07 Juli 2020 di Paris, Prancis.

Hal ini dipaparkan Ir SM Tampubolon dalam Webinar Pollung Masyarakat Hukum Adat Batak menyambut 75 Tahun Kemerdekaan RI bertajuk “Pembangunan Pariwisata Danau Toba, Untuk Siapa?” yang digelar Lokus Adat Budaya Batak (LABB), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), dan Batak Center (BC), Kamis 27 Agustus 2020 mulai pukul 14.00-17.00 WIB, di Jakarta.

“Atas nama Batak Center, saya selaku Ketua Umum menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi atas kesungguhan mendorong percepatan pembangunan pariwisata ke Danau Toba dengan pembentukan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba,” katanya.

Dikatakannya, pembangunan pariwisata ke Danau Toba dilaksanakan untuk mensejahterakan masyarakat di satu sisi, namun tetap merupakan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungannya di sisi lain.


“Ini sesuai dengan apa yang tertulis pada Kejadian 2:15 yang mengatakan Tuhan Allah mengambil manusia dan menempatkanmya (Adam) dalam taman Eden (dunia) untuk mengusahakan dan memelihara taman itu,” ujarnya.

Untuk itu manusia harus memanfaatkan keindahan alam untuk umat manusia dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. “Jadi kelestarian Danau Toba merupakan tanggung-jawab masyarakat dan pemerintah secara khusus masyarakat setempat untuk menjaga kelestariannya,” ucapnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 158/September 2020

Dalam webinar yang disiarkan secara Live Streaming YouTube itu, Ir SM Tampubolon menyampaikan bahwa lingkungan Danau Toba yang lestari ada pada ketinggian air 905 meter dpl. Danau yang bersih jernih dan sehat dengan lingkungan yang hijau berkat keberadaan pepohonan.

Menurut mantan anggota DPR-RI Partai Golar selama 4 periode ini melestarikan kawasan wisata Danau Toba tak bisa dikerjakan satu kelompok atau segolongan saja, harus secara holistik dilakukan bersinergi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.


“Untuk mendorong percepatan pariwisata ke Danau Toba diperlukan sinergi dan kebersamaan antar seluruh pemangku kepentingan utamanya Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitar. Sehingga pembangunan Danau Toba berkesinambungan antara kelestarian lingkungan dan berdampak secara ekonomi untuk masyarakat,” serunya.

“Idealisme apapun yang dihasilkan melalui Webinar ini hanya dapat bermanfaat jika dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah sekitar Kawasan Danau Toba dan masyarakat,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel