Ir. Sanggam Hutapea, MM: Dari Moscow Menyerukan Promosi Pariwisata Danau Toba Digencarkan

JAKARTA, DNT News – Dari hasil pengamatan di Rusia khususnya kota Moscow (Ibukota Rusia) dan Saint Petersburg dulu disebut Leningrad (kota pelabuhan di tepi Sungai Neva dan Teluk Finskiy), ternyata wisatawannya didominasi oleh masyarakat Asia yakni China, Jepang, dan Korea.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Pemerhati dan Pengusaha Pariwisata, dalam perbincangan dengan dalihannatolunews.com, Senin 08 Oktober 2018 siang, melalui sambungan telephon dari Moscow, Rusia. Dia saat ini sedang berada di Rusia dalam kunjungan pengembangan bisnis perusahaan ke berbagai negara di Eropa.

“Itu artinya ketiga negara kawasan Asia ini memiliki potensi pembeli wisata (wisatawan) yang cukup besar. Mereka datang secara berombongan atau group yang tentu saja digerakkan oleh industri pelaku wisata,” katanya.

Disampaikannya, ketika mengunjungi Red Square (Lapangan Merah) Moscow, dia menemukan ada promosi dilakukan oleh Jepang untuk pasar Rusia. “Artinya Rusia sendiri merupakan pasar wisatawan kawasan lain di dunia. Penduduk Rusia ternyata juga menjadi wisatawan kawasan dunia,” ujarnya.

Ir Sanggam Hutapea MM berada di kawasan Lapangan Merah (Red Square) Moscow di depan Kathedral Santo Basil yang dibangun pada abad XIV
Ir Sanggam Hutapea MM berada di salah satu sudut pusat kota Saint Petersburg yang merupakan pusat pemerintahan Oblast Leningrad
Ir Sanggam Hutapea MM berada di Lapangan Merah (Red Square) Moscow yang terletak di samping Kremlin, Moscow, Rusia

Ir Sanggam Hutapea MM, Calon Anggota DPR-RI Partai NasDem Dapil Sumut II Nomor Urut 8 ini mengatakan hal ini juga terlihat dengan adanya maskapai besar Aeroflot yang merupakan penerbangan sipil Rusia dari Moscow ke Denpasar (Bali) tiga kali seminggu.

“Jadi jelas bahwa Rusia selain sebagai tujuan wisata, penduduknya juga adalah pasar wisatawan untuk seluruh dunia,” serunya.

Dia sangat trenyuh dan menyesalkan ketika berbincang-bincang dengan penduduk Rusia, wisatawan Asia yang datang ke Rusia, maupun dengan travel yang ada di Moscow dan Saint Petersburg, yang ternyata tidak begitu mengenal Danau Toba.

“Untuk itu dibutuhkan segera promosi pariwisata Danau Toba yang gencar dengan terencana dan terstruktur untuk Rusia bahkan untuk seluruh Eropa. Promosi wisata ini harus dilakukan secara regular dengan melibatkan pelaku-pelaku wisata dari Indonesia, Rusia, dan Eropa lainnya,” tegasnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018

Menurut Ir Sanggam Hutapea MM yang juga merupakan Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini, sebaiknya promosi wisata seperti ini jangan hanya melibatkan Kementerian Pariwisata tetapi juga pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba meliputi Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Simalungun, dan Karo.

“Hal ini sangat penting. Supaya pemerintah daerah kawasan Danau Toba dapat memahami produk-produk wisata yang diinginkan oleh pasar Rusia dan Eropa lainnya,” pungkasnya. (TR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel