Ir. Sanggam Hutapea, MM: Kreatifitas Seni Masyarakat Batak Bisa Memacu Semangat Wisatawan Lokal dan Mancanegara Datang ke Danau Toba

JAKARTA, DNT News – Kita akan selalu mengingat seniman dimana hanya sedikit dimiliki bangsa Indonesia yang bisa menyelenggarakan acara seperti ini. Kalau bisa 3 atau 4 kali setahun masyarakat menggelar dan mendukung acara apresiasi kepada seniman Batak, atas karya ciptaan maupun kemampuan menyanyi.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, dalam sambutannya pada “Apresiasi 33 Tahun Robert Marbun Berkarya” bertajuk “Ditakko Ho Ma Rohakki”, Minggu 23 September 2018 malam, di Toba Dream, Jln Dr Saharjo No 90, Jakarta Selatan.

“Kita bangga memiliki seniman seperti Robert Marbun ini. Dia jatuh cinta kepada orang lain pun, bisa menjadi inspirasi baginya untuk menciptakan lagu. Kalau bagi kami, itu sudah malapetaka besar yang mencederai hati istri,” katanya disambut senyuman hadirin.

Diakuinya, dirinya serasa kecil ketika pertama sekali bertemu dengan pria yang mampu merangkai kata menguntai lagu ini. “Karena dia orang kreatif, yang mampu menciptakan dari yang tidak ada mejadi ada. Bahkan barangkali berantam dengan istri karena tidak ada makanan pun, bisa menjadi inspirasi baginya dalam menciptakan lagu,” ujarnya.

Ir Sanggam Hutapea MM dan Ibu bersama Prof Dr Otto Hasibuan SH MM dan Ibu pada “Apresiasi 33 Tahun Robert Marbun Berkarya”

Ir Sanggam Hutapea MM, Caleg Partai NasDem Dapil Sumut II Nomor Urut 8 ini mengatakan, kreatifitas menjadi modal utama masyarakat Batak dalam mengarungi kehidupan. “Sama halnya yang dijalani Robert Marbun. Ketika dia mampu berkarya dalam menciptakan lagu dan berprestasi dalam menyanyi yang terus dijalaninya hingga saat ini,” pujinya.

Seiring dengan pemerintah mencanangkan Danau Toba sebagai 10 kawasan strategis pariwisata nasional, menjadi lebih istmewa kalau dapat diisi dengan kreatifitas seniman Batak. Kreatifitas seni ini akan dapat memacu semangat para wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Danau Toba.

“Karena salah satu kata kunci dalam pengembangan sektor industri pariwisata adalah kreatifitas. Melalui kreatifitaslah produk-produk wisata bisa dikemas, sehingga diterima dan diminati oleh pasar wisata,” imbuhnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018

Ir Sanggam Hutapea MM yang merupakan Pemerhati dan Pengusaha Pariwisata ini mencontohkan di Ubud Bali. “Kawasan sawah tiga atau empat tingkat saja bisa mereka kemas menjadi objek wisata. Bandingkan misalnya dengan kawasan sawah hingga bertingkat 10 di Pulau Samosir,” pintanya.

Ketika berbincang-bincang dengan Direksi BODT, dia bahkan pernah mengusulkan bahwa tugu atau tambak marga Batak bisa dijadikan objek wisata. Tinggal dikemas berupa gorga ornamen Batak di dinding pagar tugu/tambak, lalu kemudian disediakan narasi dan silsilah marga di tugu/tambak tersebut. “Di kota Balige ada satu Tambak Marga Pardede dengan ukiran gorga ornamen Batak yang sangat menarik. Saya pernah menyaksikan wisatawan berfoto di sana,” kenangnya.

Ir Sanggam Hutapea MM yang juga merupakan Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini sangat mencintai seni. Dia berjanji kalau ada seniman Batak lain menyelenggarakan acara yang sama, akan mendukung dengan datang menghadirinya.

Pada akhir sambutannya, dia menyampaikan kecintaanya pada seniman Khalil Gibran yang sampai mendatangi kampung halaman idolanya itu ke Beshari, Lebanon, sekitar 140 km dari Beirut. “Pada saat saya mendatangi kuburannya, ada banyak wanita cantik ziarah di sana. Maka bukan tidak mungkin suatu saat nanti, hal yang sama terjadi pada seniman Batak. Wanita cantik pun akan berdatangan kalau dia sudah tiada,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel