Ir. Sanggam Hutapea, MM: Pemberian Nama Airport Dikaitkan dengan Nama Pahlawan Negara atau Nama Orang Berpengaruh pada Zamannya

JAKARTA, DNT News – Di banyak negara, pemberian nama airport (bandar udara) biasanya dikaitkan dengan nama pahlawan negara/kawasan itu atau nama orang berpengaruh pada zamannya seperti nama mantan presiden atau nama seniman besar kebanggaan negara/kawasan itu.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, ketika berbincang-bincang dengan dalihannatolunews.com, Selasa 11 September 2018 malam, di Jakarta, terkait perubahan nama Bandar Udara Internasional Silangit di Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Bandar Udara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

“Nama airport di kota Salzburg di Austria misalnya, mengambil nama Mozart yang merupakan seniman kelahiran kota itu. Di kota Roma Italy, nama airportnya menggunakan nama Leonardo da Vinci. Sementara itu, di kota New York menggunakan nama mantan Presiden USA, Jhon F Kennedy,” katanya.

“Di dalam negeri, pemakaian nama tokoh/pahlawan banyak digunakan, seperti Adi Sucipto di Yogyakarta,” sambungnya.

Menurut Pemerhati dan Pengusaha Pariwisata ini, penggunaan nama Raja Sisingamangaraja XII tampaknya terinspirasi oleh penamaan airport kelas dunia. Pemberian nama ini mengandung banyak makna. Selain sebagai penghormatan kepada Sang Pahlawan, namun juga menggambarkan sifat yang inklusif.

“Raja Sisingamangaraja XII adalah pahlawan nasional. Jadi selain dimiliki oleh kawasan di sekitar airport tersebut, nama itu adalah milik nasional,” serunya.


Ir Sanggam Hutapea MM yang banyak diminta masyarakat untuk maju menjadi Caleg dari Dapil Sumut 2 pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang ini juga melihat dari sisi lain. “Pemberian nama tersebut akan menghasilkan effect positive ke industri pariwisata di kawasan Danau Toba. Sebagai contoh, wisatawan akan mencari tahu apa dan siapa Raja Sisingamangaraja XII,” imbuhnya.

Dia membayangkan bahwa dengan meningkatnya perhatian dunia wisata, maka makam Raja Sisingamangaraja di Balige akan direnovasi karena menjadi salah satu object wisata. Tanah kelahirannya di Bakkara juga akan mendapat perhatian dari dunia wisata. Demikian juga markas Raja Sisingamangaraja XII di Sibulbulon Parlilitan akan dipugar.

Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini memberi catatan kecil ketika dia pernah berkunjung ke Beshari di Lebanon, sekitar 140 km dari Beirut, hanya untuk melihat kampung halaman Khalil Gibran seniman idolanya. Padahal kondisi keamanan di Beirut dan sekitarnya ketika itu tidaklah kondusif.

“Di Jakarta, Jln Raja Singamangaraja XII merupakan jalan protokol yang satu garis lurus dengan jalan Sudirman dan jalan Thamrin,” pungkasnya. (TAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel