Ir. Sanggam Hutapea, MM: Prihatin Even Tahunan Festival Danau Toba Terancam Gagal Digelar Tahun 2018

JAKARTA, DNT News – Salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata Danau Toba adalah melalui penyelenggaraan Festival Danau Toba (FDT). Namun even tahunan yang merupakan agenda dan program Kementerian Pariwisata bersama Pemda setempat ini cenderung seakan hanya seremonial. Sehingga belum mampu menarik perhatian wisatawan terutama dari mancanegara.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Pemerhati dan Pengusaha Pariwisata, kepada dalihannatolunews.com belum lama ini. “Penyelenggaraan FDT ini dari tahun ke tahun seakan kehilangan arah. Lebih memprihatinkan lagi, FDT 2018 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Dairi, 05-08 Desember 2018 mendatang terancam gagal karena berbagai tahapan dan proses yang belum maksimal,” katanya.

Padahal event yang diprakarsai pada tahun 1980 dengan nama awal Pesta Danau Toba ini tujuan utamanya selain menggali dan melestarikan budaya, juga sebagai pesta rakyat yang menonjolkan atraksi budaya dan olahraga air sebagai daya tarik mendatangkan wisatawan ke Danau Toba.

“Sungguh menyedihkan. Festival yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 1980 ini, sama sekali belum menjadi kalender pariwisata yang menarik bagi wisatawan. Bahkan gaungnya pun sama sekali tidak kedengaran,” ujarnya.

Ir Sanggam Hutapea MM sedang duduk santai menikmati suasana wisata di kawasan Kremlin, Moscow, Rusia

Menurut Ir Sanggam Hutapea MM yang merupakan Calon Anggota DPR-RI Partai NasDem Dapil Sumut II Nomor Urut 8 pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang ini, event FDT perlu kembali dievaluasi agar penyelenggaraannya terwujud dan tujuannya tercapai. Untuk itu, harus jelas konsepnya sebagai kegiatan yang terukur dan terstruktur dengan menerapkan marketing pasar pariwisata.

“Jadi harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dengan merubah orientasi pasar. Sehingga sasarannya selain menggali dan melestarikan budaya, juga untuk mendatangkan wisatawan berkunjung ke Danau Toba,” tandasnya.

Ir Sanggam Hutapea MM menyanyikan lagu “Tears in Heaven” dari Eric Clapton bersama pengamen di pinggiran kota London

Untuk itu Ir Sanggam Hutapea MM yang kerap mengunjungi berbagai tempat wisata di belahan Eropa, Asia, bahkan hampir seluruh dunia ini berharap agar pemerintah di tujuh kabupaten harus duduk bersama dengan melibatkan masyarakat kawasan Danau Toba dan para pelaku pariwisata. “Ini salah satu langkah menjadikan kegiatan FDT menjadi produk yang diminati wisatawan. Karena kalau hanya berkutat pada seremonial, tentu tidak akan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan,” urainya.

Selain itu dia juga mengusulkan agar mengundang para pengusaha biro perjalanan yang lebih memahami keinginan wisatawan untuk dengar pendapat dan melakukan komunikasi terkait industri pariwisata. Sehingga kelak promosi event pariwisata FDT setiap tahunnya akan lebih gencar.

Ir Sanggam Hutapea MM (tengah) beserta rekan-rekan pebisnis di pinggiran sungai Neva di kota Saint Petersburg, Rusia

“Dengan melibatkan pelaku wisata seperti biro perjalanan, pemilik hotel, restaurant, dan masyarakat sekitar Danau Toba, bukan tidak mungkin akan menghasilkan pelaksanaan event pariwisata lainnya di Danau Toba. Sehingga tidak hanya fokus peyelenggaraan FDT setiap tahun, tetapi bisa memunculkan event-event wisata yang dilaksanakan tujuh pemerintah daerah di beberapa destinasi wisata Danau Toba,” imbuhnya.

Pada akhir bincang-bincang, Ir Sanggam Hutapea MM, mengatakan agar promosi pariwisata Danau Toba lebih efektif dan gencar maka keberadaan Duta Besar Indonesia yang ada di seluruh dunia harus dimanfaatkan. “Promosikanlah Danau Toba melalui Kedutaan Besar kita. Karena akan lebih efektif untuk menjaring wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (TR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel