Ir. Sanggam Hutapea, MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara: Pilkada Sumut Harus Menjadi Pemersatu Multi Etnis yang Selama ini Hidup Rukun dan Damai

JAKARTA, DNT News – Kita harus mengedepankan kedewasaan berdemokrasi. Setiap warga tidak perlu takut mengekspresikan pilihannya, namun perlu ditekankan agar memilih pemimpin yang memiliki kompetensi dan kualifikasi. Kita memilih figur yang baik dan tepat serta mampu mengakselerasikan pembangunan daerahnya dalam era globalisasi.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara (Sumut), terkait akan digelarnya Pilkada serentak di Sumut, kepada dalihannatolunews.com, Rabu 07 Februari 2017, di Jakarta. “Kesalahan memilih pemimpin daerah akan merugikan masyarakat dan daerah itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, Pilkada merupakan pesta demokrasi masyarakat sebagai pemilik kedaulatan memberikan suara untuk menempatkan seseorang sebagai pimpinan lima tahun ke depan untuk membangun dan memajukan daerahnya demi mensejahterakan rakyat.

“Saya berharap Pilkada di Sumut dapat terselenggara dengan lancar, aman, tertib, sejuk, dan gembira sebagaimana layaknya sebuah pesta rakyat. Pilkada harus menjadi pemersatu multi etnis yang selama ini hidup rukun dan damai. Tidak boleh menjadi pesta yang memecah belah kehidupan masyarakat Sumut,” imbuhnya.

Ir Sanggam Hutapea MM dalam kunjungan wisata ke Eropa pada kaki pegunungan Alpen di Dolomiti Italia

Dikatakannya, Pilkada di satu sisi juga berpotensi memunculkan konflik dan perpecahan. Karena untuk memperoleh sebuah jabatan, para calon menerapkan strategi membangun citra positif. Namun tanpa disadari, strategi yang dilakukan berpotensi memecah belah kerukunan. Padahal tujuan utama Pilkada adalah menempatkan seseorang pemimpin yang mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ir Sanggam Hutapea MM yang merupakan lulusan Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta ini mengungkapkan di Indonesia, masalah suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) merupakan isu yang sangat sensitif. “Maka untuk mencegah adanya perpecahan dalam perbedaan tersebut, masyarakat harus mampu melindungi diri dan jangan terprovokasi isu-isu SARA,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 129/Februari 2018

Dia menyarankan agar ditekankan sejak dini kepada masyarakat Sumut bahwa Pilkada ini merupakan momen seleksi yang dapat memberikan pelajaran penting dalam berdemokrasi bagi setiap warga negara meningkatkan kemampuan diri untuk dipilih dan memilih. “Jadi Pilkada serentak 2018 mendatang di Sumut harus berjalan damai, menghasikan pemimpin yang baik dan amanah, serta menjadi contoh bagaimana seharusnya Pilkada berlangsung,” serunya.

Dia juga menyampaikan hasil pembincangan dirinya saat berdiskusi dengan berbagai intelektual agama, kampus, dan tokoh nasional dari anak bangsa. Dalam diskusi itu muncul fenomena politik identitas yang telah menyemai bibit perpecahan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Sumut, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Walaupun pilihan berbeda, tetapi harus menjungjung tinggi keberagaman dengan mengedepankan kualitas dan kedewasaan berpolitik yang santun untuk memilih pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Sumut,” pungkasnya. (MR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel