Ir. Sanggam Hutapea, MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara: Presiden Jokowi, Infrastruktur, dan Pengelolaan Hutang

JAKARTA, DNT News – Sesungguhnya Presiden Jokowi adalah sosok presiden yang mempunyai visi. Salah satu contoh adalah pembangunan infrastruktur yang mencakup seluruh wilayah, dilakukan sebagai salah satu upaya membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, ketika berbincang-bincang dengan dalihannatolunews.com, Jumat 20 April 2018 sore, di Jakarta.

“Keputusan untuk membangun infrastruktur bukan tidak tanpa risiko. Membangun infrastruktur dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Namun demi visi Indonesia ke depan, Presiden Jokowi tetap bersikukuh untuk membangun infrastruktur,” katanya.

Disampaikannya, patut dicatat bahwa pembangunan infrastruktur secara luas meliputi seluruh wilayah Indonesia, baru dilakukan secara sungguh-sungguh pada  pemerintahan Presiden Jokowi.

“Betul, pada zaman sebelumnya ada jembatan Suramadu dan rencana trans Kalimantan. Tetapi pengembangan infrastruktur secara terintegrasi, baru dilaksanakan pada pemerintahan Presiden Jokowi ini,” serunya.

Ir Sanggam Hutapea MM yang banyak diminta masyarakat untuk maju menjadi Caleg dari Dapil Sumut 2 pada Pemilu Legislatif 2019 ini mengatakan pengembangan pasar ekspor dalam rangka memperkuat trade account atau neraca perdagangan sebagai bagian dari neraca pembayaran menjadi perhatian utama pemerintahan Presiden Jokowi. Hal ini terlihat dari program diversifikasi pasar ekspor ke kawasan Afrika.

“Sesungguhnya, diversifikasi pasar ekspor kita sudah lama diwacanakan oleh pemerintahan sebelumnya. Bahkan pertengahan tahun 90-an, jauh sebelum pemerintahan Jokowi, diversifikasi pasar ekspor sudah diwacanakan,” tandasnya.


Pada pertengahan tahun 90-an, dalam beberapa seminar, hal ini sudah sering didiskusikan bersama Dr Rizal Ramli, Dr Mari Elka Pangestu, dan para pengamat ekonomi lainnya dengan kalangan perbankan dan kementerian terkait. Akan tetapi, diversifikasi ekspor ini baru mendapat perhatian secara sungguh-sungguh pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Pada akhir bincang-bincang, Ir Sanggam Hutapea MM yang merupakan Penasihat Majalah DALIHAN NA TOLU ini menyampaikan dalam mengelola keuangan negara, hutang bukanlah sesuatu yang tabu. Ketika sumber dana dalam negeri tidak mencukupi, maka sangat biasa suatu negara melirik sumber lain, baik hutang dari luar negeri maupun dari dalam negeri.

“Kondisi ekonomi saat ini sangatlah berbeda dengan kondisi ekonomi ketika terjadi krisis tahun 1998. Pada masa itu, sesungguhnya angka-angka indikator ekonomi kita bukan angka riel (sesungguhnya) tapi angka yang artifisial,” katanya.

Dia pun menekankan, yang penting adalah bagaimana tim ekonomi dalam pemerintahan Presiden Jokowi mampu mengalokasikan pinjaman terhadap sektor produktif jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam suatu skenario yang dapat dievaluasi dari waktu ke waktu. (TR)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel