Jhohannes Marbun, Sekretaris Eksekutif YPDT: Pemilik Transportasi Sangat Berjasa Mengatasi Persoalan Keterhubungan Antar Daerah di Kawasan Danau Toba

PARAPAT, DNT News – Kita patut bersyukur karena pemilik transportasi ini sudah sangat berjasa. Ketika negara belum hadir dalam konteks transportasi air (di Danau Toba), masyarakat pemilik transportasi sudah melakukan itu untuk mengatasi persoalan keterhubungan antar daerah di Kawasan Danau Toba (KDT).

Hal ini disampaikan Jhohannes Marbun, Sekretaris Eksekutif YPDT, ketika Forum Peduli Tragedi Danau Toba (FPTDT) menyerahkan bantuan ringbouy (pelampung keselamatan) kepada pemilik Kapal Kayu, Sabtu 15 September 2018, di Pelabuhan Parapat. “Ini suatu peristiwa luar biasa partisipasi dari masyarakat yang tidak bisa dilupakan,” katanya.

Diingatkannya, ketika masyarakat sudah mengambil pilihan transportasi maka ada tanggungjawab publik yang harus dipenuhi. Artinya ada harapan kepada pemilik kapal untuk memenuhi standar keselamatan agar ke depannya dapat dipenuhi. “Dukungan dari masyarakat di Jakarta dan sekitarnya kiranya dapat menjadi dukungan moral bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba,” sebutnya.

Menyambung hal itu, Alimin Ginting (Pembina NABAJA) sepakat bahwa keselamatan pelayanan di KDT adalah penting, terutama pariwisata di Danau Toba membutuhkan kepastian keselamatan itu. “Kita dapat mempersiapkan, mengelola, membangun fasilitas keselamatan dengan baik, dan selebihnya urusan Tuhan,” katanya.

Harapannya ke depan, dia mengatakan bahwa setiap orang yang akan datang ke KDT dapat merasa aman, nyaman, selamat atau jiwanya tidak terancam. “Semoga harapan tersebut dapat diwujudkan lebih baik lagi,” pintanya.

Penyerahan bantuan ringbouy di atas kapal HMS berangkat dari Pelabuhan Parapat mengelilingi pinggir Danau Toba di sekitar Parapat dan Ajibata
Para perwakilan pemilik kapal/nakhoda sebanyak 49 mengisi daftar untuk menerima bantuan 3 ringbouy di Kantor Dishub Kabupaten Simalungun

Hinsa Siringoringo (Kabid Angkutan Danau dan Udara Kabupaten Simalungun) menyadari bahwa dampak dari musibah yang menimpa transportasi kapal di KDT menurunkan jumlah turis yang berkunjung ke Danau Toba. Hal ini terindikasi dari data manifes yang menurun.

Dia menitipkan pesan kepada masyarakat Batak yang tersebar di mana pun tidak perlu takut datang berkunjung ke Danau Toba dan berlayar di danau. “Kami sedang membenahi di sana sini agar tercipta suasana aman di Danau Toba,” ungkapnya.

Setelah semua sambutan disampaikan, Risma Crosby Sitanggang, yang sudah berpengalaman sebagai juru mudi Kapal Pesiar American Lines 10, memberi penjelasan fungsi dan penggunaan ringbouy tersebut.

Acara diakhiri dengan penyerahan ringbouy dari Tim Peduli Tragedi Danau Toba kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun yang dilanjutkan penyerahan dari Kepala Dinas tersebut kepada perwakilan pemilik kapal/nakhoda secara simbolik.

Setelah turun dari kapal, semua menuju ke Kantor Dishub Kabupaten Simalungun untuk pembagian ringbouy. Ada 49 kapal menerima bantuan 3 ringbouy dan totalnya adalah 150 ringbouy.

FPTDT  merupakan wadah komunikasi kebersamaan dari berbagai Organisasi Masyarakat peduli Danau Toba, antara lain YPDT, Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT), Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Naposo Batak Jabodetabek (NABAJA), dan Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GPGBB). (KB)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel