Jhohannes Marbun, SS, MA: 15 Menit Kidung Natal 2017 di Siborongborong dalam Rangka Mengangkat Potensi dan Kreasi Masyarakat yang Berdampak pada Peningkatan Ekonomi Masyarakat

SIBORONGBORONG, DNT News – 15 Menit Kidung Natal atau penyalaan lilin/obor Natal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gerakan Cinta Danau Toba yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 secara serentak di tujuh kabupaten Kawasan Danau Toba (KDT). Ketika itu, Acara menyalakan lilin atau obor dilaksanakan pada puncak acara Perayaan Natal secara serentak pada 30 Desember 2015.

Hal ini dikatakan Jhohannes Marbun SS MA, Sekretaris Eksekutif Yayasan Pencinta Danau Toba, ketika dihubungi dalihannatolunews, terkait acara “15 Menit Kidung Natal” yang akan digelar YPDT, Senin 25 Desember 2017 malam, di Siborongborong. “Pada tujuh kabupaten tersebut memang puncak acara terlaksana, dimana di pinggir Kawasan Danau Toba menyala lilin atau obor Natal,” katanya.

Dilanjutkannya, dalam  konteks teologis acara “15 Menit Kidung Natal” merupakan ucapan syukur kepada Tuhan atas lahirnya Juruselamat manusia, yaitu Yesus Kristus. Kidung Natal ini merupakan sebuah perenungan melalui kelahiran Yesus Kristus di muka bumi yang ditampilkan pula melalui simbolisasi lilin, yaitu pengorbanan dan pengharapan. Sehingga terdorong semangat untuk membangun dan mengembangkan KDT melalui inisiatif masyarakat setempat.

“Secara sosiologis, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengangkat potensi dan kreasi masyarakat yang diharapkan ke depannya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui dinamika kegiatan yang ada,” terangnya.


Demikian pula dengan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT). GCDT merupakan aktivitas atau gerakan yang dilakukan dalam rangka membangun kesadaran dan semangat kebersamaan, yaitu semangat mencintai Danau Toba. Cinta merupakan simbol pengorbanan sekaligus pengharapan. Dengan adanya kecintaan ini, maka akan memunculkan semangat rela berkorban dan memiliki pengharapan dengan melakukan aksi kepedulian dan tindakan nyata bagi KDT.

Jhohannes Marbun SS MA yang ditunjuk sebagai Sekretaris Umum Panitia GCDT pada tahun 2015 dan 2016 lalu menyampaikan kepedulian bersama dan tindakan nyata masyarakat terhadap KDT akan mengarahkan seluruh stakeholder untuk mengembalikan Danau Toba sebagai “Tao Nauli”, “Aek Natio”, “Mual Hangoluan”serta mewujudkan visi YPDT “Kawasan Danau Toba menjadi Kota Berkat di Atas Bukit”.

“Selain itu, dengan mengumandangkan selalu semangat GERAKAN CINTA DANAU TOBA, maka diharapkan tumbuh inisiatif terbangunnya kemandirian masyarakat serta terciptanya kerjasama antara masyarakat yang tinggal maupun di luar Kawasan Danau Toba,” imbuhnya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 128/Januari 2018

Tahun 2017 merupakan tahun ketiga pelaksanaan GCDT. Tahun pertama, 2015, GCDT dilaksanakan dan dideklarasikan secara serentak pada 27 Desember 2015 di tujuh Kabupaten KDT yang dipandu dari Kota Parapat. Tahun kedua, 2016, pada 27-30 Desember 2016 diselenggarakan di Silalahi, Paropo, Tongging (Sipartogi) dan sekitarnya.

Diungkapkannya, pemilihan Siborongborong sebagai penyelenggaraan tahun ketiga, 2017, karena memiliki peran penting di kawasan Danau Toba dimana kota ini merupakan pintu gerbang wisata utama ke Kawasan Danau Toba dari berbagai tempat melalui penetapan Bandara Silangit sebagai Bandara Internasional.

“Oleh karenanya, acara 15 Menit Kidung Natal maupun Gerakan Cinta Danau Toba merupakan agenda yang tak dapat dipisahkan. Kini kegiatan tersebut menjadi icon Kota Siborongborong,” pungkasnya. (SP)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel