Joan Berlin Damanik, SSi, MM, Ketua Umum Relawan Perjuangan Djarot-Sihar: Penentuan Pilihan Terhadap Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumut Berdasarkan Rekam Jejak

MEDAN, DNT News – Sudah menjadi rahasia umum kalau pembangunan di Sumut terhambat lantaran dua periode gubernur tersandung kasus korupsi. Karena itu, kami menilai, Sumut harus dipimpin orang yang bersih dan lurus. Setelah melalui berbagai diskusi, kami bersepakat mendukung pasangan Djarot-Sihar.

Hal ini dikatakan Joan Berlin Damanik SSi MM, Ketua Relawan Perjuangan Djarot-Sihar kepada dalihannatolunews, terkait dukungannya terhadap pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumut pada Pilkada 2018. “Penentuan pilihan terhadap Djarot-Sihar, ini dilatarbelakangi rekam jejak dari pasangan calon yang terbilang bersih, mumpuni, dan terpercaya,” ujarnya.

Dikatakannya, para relawan yang dibentuknya berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari akademisi, LSM, artis Kota Medan (Armed), penggerak wanita dan karyawan, putra-putri petani-nelayan, mahasiswa, pemilih pemula, wirausahawan, dan lainnya.

Sebagaimana diketahui, Djarot dianugerahi penghargaan “Adipura” tiga tahun berturut-turut (2006-2008) selama menjadi Wali Kota Blitar. Pada 03 Mei 2017, lantaran kemampuannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mampu menyita perhatian dunia dengan keberaniannya dalam melawan korupsi dan SARA, Djarot diganjar penghargaan “Original Rekor Indonesia Award” sebuah penghargaan bergengsi bagi pemimpin daerah yang dinilai benar-benar bersih.

Joan Berlin Damanik SSi MM beserta pekerja pembibitan di TPL

Sementara itu Sihar dikenal sebagai sosok muda yang lurus. Selain pernah berkiprah di PT Freeport Indonesia, dia terakhir dipercaya sebagai Tenaga Ahli Kementerian Koordinator PMK yang dipimpin oleh Puan Maharani. Sihar juga masuk dalam tim ekonomi Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Dengan rekam jejak keduanya, tentu kita sudah tidak ragu lagi menjatuhkan pilihan kepada pasangan ini. “Pengalaman Djarot melakukan reformasi birokrasi di Blitar dan Jakarta tentu sangat berguna untuk diterapkan di Sumut. Dengan begitu, maka anggaran daerah nantinya akan sepenuhnya digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Joan Berlin Damanik SSi MM mengungkapkan sebagai relawan Djarot-Sihar, dia bersama rekan-rekan berjuang dengan segala upaya untuk memenangkan pasangan nan serasi ini. Mereka secara intens melakukan komunikasi dengan kawan-kawan yang berada di 33 kabupaten/kota di Sumut. Juga mendirikan posko relawan, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilih calon Gubernur-Wakil Gubernur berdasarkan rekam jejak.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 130/Maret 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 130/Maret 2018

“Kami langsung turun ke daerah pemilihan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta Pemilu. Kami menyarankan untuk tidak golput, karena itu akan merugikan diri sendiri,” terangnya.

Sebagai pimpinan relawan, dia dengan tegas mengatakan bahwa keanggotaan relawan yang dipimpinnya No SARA, No Money Politics, dan No Hoax. Mereka berkeyakinan berita hoax tidak akan mempengaruhi kecintaan pemilih kepada pasangan Djarot-Sihar. Karena sesungguhnya pemilih di Sumut sudah melek informasi dan tidak akan tergoyahkan karena masyarakat di Sumut adalah masyarakat yang kental dengan adat istiadat.

“Mari kita segenap warga Sumut untuk mengembalikan kejayaan Sumut sebagai provinsi terdepan dan termaju di luar Pulau Jawa. Sekarang saat yang tepat untuk memilih pemilih yang tepat. Jangan sia-siakan karena belum tentu kesempatan datang dua kali,” pungkasnya. (SR)

Komentar (1)

One Comment on “Joan Berlin Damanik, SSi, MM, Ketua Umum Relawan Perjuangan Djarot-Sihar: Penentuan Pilihan Terhadap Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumut Berdasarkan Rekam Jejak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (1)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel