Joice Panggabean: Menjadi Satu-satunya Peserta Bermarga Batak Gagal di Babak-24 Besar Golden Memories Volume 2 Indosiar

JAKARTA, DNT News – Golden Memories Volume 2 Indosiar Babak-24 Besar tahap ke-3 dalam 8 group berakhir malam ini. Di babak ini terdapat 4 (empat) peserta bermarga Batak yakni Abdi Siahaan, Vanda Hutagalung, Peniel Panjaitan, dan Joice Panggabean.

Joice Panggabean (Pematangsiantar) di Group 8 menjadi satu-satunya peserta bermarga Batak yang gagal di Babak-24 Besar. Sebelumnya telah lolos Abdi Siahaan (Tangerang) di Group 4, Vanda Hutagalung (Tapanuli Utara) di Group 6, dan Peniel Panjaitan (Medan) di Group 7.

Pada Babak-24 Besar Group 8 yang disiarkan live dari Studio 5 Indosiar, Kamis 28 September 2017, lolos Nur Salam (Bone) yang sebelumnya mendapatkan wildcard dengan lagu “Kisah Seorang Pramuria” ciptaan Albert Sumlang meraih 39,35 persen dan Beatrix (Jakarta) lagu “Seandainya Aku Punya Sayap” ciptaan Rinto Harahap meraih 32,71 persen. Sementara Joice Panggabean (Pematangsiantar) lagu “Sudah Ku Bilang” ciptaan Rinto Harahap hanya meraih 27,94 persen sehingga pulang menjadi nostalgia.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 125/Oktober 2017 yang segera terbit. Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Penampilan Joice Panggabean malam ini membawakan lagu “Sudah Ku Bilang” sangat berbeda dari sebelumnya di Babak-45 Besar dengan lagu “Memori” dan Babak-30 Besar dengan lagu “Andaikan Kau Datang”. Dia menyanyi sangat berani dengan kemampuan improvisasi yang luar biasa namun memperoleh tanda merah dari Titi Dwijayati dan Ikang Fawzi, serta meraih SMS terendah dari penonton.

Titi Dwijayati mengatakan nyanyi Joice sudah bagus, nyaris tanpa ada fals dengan improvisasi ornamen yang mengenakin lagu. Dia menilai itu dikeluarin seperempat belakang lagu, sedangkan tigaperempat sebelumnya ekspresinya tidak ada dan dingin. “Kamu nyanyi ya sudah, buat diri sendiri dan nyelesaian tugas. Saya malah mikir kenapa ya, apa kamu sakit? Jadi cenderung steril nyanyinya, karena terlalu berhati-hati. Padahal kamu bisa enakin lagu,” katanya.

Hetty Koes Endang mengatakan Joice sudah menyanyi dengan jiwa dengan rasa, tidak berlebihan, kata demi kata penuh hati-hati menyesuaikan dengan lagu. “Improvisasi di kata-kata ‘jangan’. Itu saya mau tanya, belajar dari mana? Ada empat lima kali ‘jangan’. Berbeda, bagus sekali setiap kata-kata ‘jangan’. Siapa yang ajarin?” pujinya.

Sementara dari komentator, Soimah Pancawati mengatakan Joice menyanyi bagus memang sudah bagus, menghayati sudah menghayati. “Tapi karena karakter dari Pematangsiantar itu kan memang keras, akan lebih bagus dikendori sedikit,” sarannya.

Harvey Malaihollo mengatakan kemampuan Joice dalam berimprovisasi dengan skill hebat sekali. “Itu harus kita akui. Tapi memang, mungkin terlalu rapi. Karena awalnya harus original, akhirnya dia melakukan skillnya itu dengan improvisasi,” katanya.

Para penonton pun berbesar hati mendengar pengumuman Joice gagal dari Babak-24 Besar. (Fantoro)

 

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel