Kaneson Panielselvam, Wisatawan Malaysia: Danau Toba Menawarkan Panorama Indah Nan Eksotis Yang Berdampak Mendalam Bagi Pengunjung

MEDAN, DNT News – Pemandangan indah nan eksotis yang tidak akan kami lupakan selama perjalanan ini. Kami juga terkejut melihat bagaimana orang-orang hidup di Danau Toba yang menjadi realisasi bagi keluarga kami untuk menghargai segala sesuatu dalam hidup. Ini meninggalkan dampak yang mendalam bagi kami. Kami juga menikmati persawahan dan tanaman jagung. Pemandangan menyeberangi Danau Toba naik Feri memang luar biasa.

Hal ini dikatakan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba (KDT), Kaneson Panielselvam, Senin 28 Oktober 2019 pagi, di Medan. “Kunjungan ke Geopark Huta Gintang, Air Terjun Sampuran Efrata, Pantai Bul Bul, dan Air Terjun Sepisopiso sangat mengagumkan. Juga berkunjung ke Museum Batak untuk mendapatkan pengetahuan tentang budaya Batak yang luar biasa dengan pemandangan rumah-rumah desa Batak,” katanya.

Dia yang memiliki leluhur dari India Tamil datang berwisata ke KDT selama 5 hari Kamis-Selasa 24-29 Oktober 2019 bersama istri Meera Kumar serta kedua putra-putrinya Narmatha Kaneson dan Abhishek Kaneson. “Ini yang pertama kali kami datang ke Indonesia dan ingin mengunjungi Danau Toba yang merupakan tempat wisata terkenal. Kami tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengunjungi pemandangan yang indah,” ujarnya.

Kaneson Panielselvam yang merupakan Degree-Universiti Utara Malaysia dan Masters-Universiti Kebangsaan Malaysia berprofesi sebagai Accountant didampingi istri Meera Kumar yang merupakan Degree-Universiti Malaya dan Masters-Universiti Kebangsaan Malaysia berprofesi sebagai Regional Lab Manager ini mengatakan kondisi pariwisata Danau Toba sudah cukup bagus dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana.

Kaneson Panielselvam bersama istri dan putra-putrinya menikmati keindahan panorama Air Terjun Sampuran Efrata di Desa Sosor Dolok, Samosir
Kaneson Panielselvam, istri Meera Kumar, putrinya Narmatha Kaneson, dan Gibson Siregar diabadikan dengan latar belakang wisata Simarjarunjung
Meera Kumar bersama putra-putrinya diabadikan di gerbang Huta Batak Museum Batak TB Silalahi Center di Soposurung Balige
Kaneson Panielselvam, istri, dan putra-putrinya diabadikan di tempat ibadah agama Hindu, Kuil Shri Mariamman, Petisah Tengah, Medan

Dia hanya memberi masukan agar lebih meningkatkan infrastruktur terutama menuju tempat-tempat wisata, menjaga budaya Batak yang indah dan menjaga kebersihan rumah Batak, meningkatkan kondisi jalan ke area perbukitan, dan meningkatkan kebersihan di warung makan. “Kami benar-benar memiliki kunjungan yang luar biasa kali ini dan pasti akan merekomendasikan teman dan keluarga di Malaysia untuk mengunjungi Danau Toba,” ucapnya.

Sejak kedatangan ke Indonesia, Kaneson Panielselvam sekeluarga dijemput Gibson Siregar di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang yang sudah membooking satu unit mobil langsung dari Kuala Lumpur Malaysia. Mereka berkeinginan melihat tempat asal-usul Bangso Batak dan keindahan panorama Kawasan Danau Toba.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 150/November 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 150/November 2019

Mereka memulai perjalanan dari Kualanamu hingga Parapat dan langsung masuk ke KM Fery Ihan Batak dengan menikmati panorama Tuktuk Siadong, Pantai Parbaba, dan lainnya. Setelah tiba di Pangururan, Kaneson Panielselvam menyatakan keinginannya melihat puncak bekas letusan gunung berapi sehingga terjadi Danau Toba. Mereka pun dibawa ke Gunung Pusuk Buhit yang merupakan tempat asal-usul orang Batak, yang indah dan mempesona pemandangan dengan tanah yang subur.

Mereka mengunjungi Air Terjun Sampuran Efrata dan menaiki Panatapan Tele. Di setiap sisi, Kaneson Panielselvam dan keluarga mengabadikan panorama pesona alam Danau Toba dari Lereng Gunung Tele. Setelah itu ke Doloksanggul Humbahas untuk makan malam. Karena sudah hampir malam, mereka turun ke Kota Muara melewati Jalan Simpang Bakkara dan menginap di Hotel Muara Nauli.


Besok paginya pergi ke tepi pantai di Muara melihat keindahan gunung dan panorama Danau Toba. Pada Sabtu 26 Oktober 2019 berniat melihat Festival Babi Danau Toba di Muara, namun mereka kecewa karena acaranya dimulai siang hari. Mereka berangkat ke Panatapan Huta Ginjang yang sangat menakjubkan karena dapat menikmati pemandangan ke segala arah Danau Toba meliputi Samosir, Muara, Sipinsur, Parapat, Balige, dan Pulo Sibandang.

Mereka pun menuju Bandara Internasional Silangit yang berada di tempat strategis dekat ke Danau Toba dan Museum Batak TB Silalahi Center di Soposurung Balige untuk melihat Rumah Asli Orang Batak dengan berbagai keunikannya dan dibangun dengan tidak menggunakan paku. Setelah itu ke Pantai Bulbul, lokasi wisata Sibisa, dan kembali lagi ke hotel di Parapat karena hari sudah sore.

Keesokan harinya, Minggu 27 Oktober 2019, mereka menuju Panatapan Simarjarunjung. Kemudian berangkat lagi menuju ke Sipisopiso melihat air terjun dan Gundaling Berastagi. Pada sore hari, mereka menuju Hotel penginapan di Kota Medan. Kemudian Kaneson Panielselvam sekeluarga menjalani ibadah agama Hindu di Kuil Shri Mariamman, Medan. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel