Ir. Sintong M. Tampubolon: BATAK CENTER Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Orang Batak agar Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif

JAKARTA, DNT News – Organisasi BATAK CENTER baru berusia satu tahun. Berdiri pada 18 Agustus 2018, pada pukul 18.18 WIb, di Jakarta dengan beranggotakan seluruh puak Batak yang terdiri dari Angkola/Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba. Serta mencakup seluruh agama dan kepercayaan orang Batak yang terdiri dari Islam, Kristen, Katolik, dan Parmalim.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Ir Sintong M Tampubolon ketika memperkenalkan BATAK CENTER dalam sambutannya pada pembukaan ULOS FEST 2019, Selasa 12 November 2019, di Museum Nasional Indonesia, Jln Medan Merdeka Barat No 12, Jakarta Pusat. “BATAK CENTER luar negeri sudah dilantik pimpinan wilayah di Denver USA dan dalam waktu dekat akan dilantik pimpinan wilayah di Moskow Rusia,” katanya.

Disampaikannya, BATAK CENTER yang digagas tiga lembaga pendiri yaitu YPDT (Yayasan Pencinta Danau Toba), FBBI (Forum Bangso Batak Indonesia), dan FPBP (Forum Peduli Bona Pasogit) dalam melaksanakan setiap kegiatan berlandaskan Pancasila dengan prinsip Dalihan Na Tolu. Didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia orang Batak sesuai dengan misinya untuk memotivasi orang Batak agar inspiratif, kreatif, dan inovatif dengan memikirkan anak sejak dari janin.

Pendirian BATAK CENTER juga untuk memelihara kekayaan budaya puak Batak dan melestarikan mendorong memajukan berbagai budaya puak Batak. “Kami memberanikan diri menyelenggarakan ULOS FEST 2019 ini didorong beberapa alasan. Namun alasan sesungguhnya, karena ulos adalah karya seni luhur dari leluhur yang kami jadikan logo organisasi ini,” ujarnya.

Ketua Umum BATAK CENTER Ir Sintong M Tampubolon menerima bingkisan kopi dari Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora
Ketua Umum BATAK CENTER Ir Sintong M Tampubolon bersama Bambang Soesatyo SE MBA, Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, dan Drs Jerry R Sirait
Ir Sintong M Tampubolon bersama Bambang Soesatyo SE MBA, Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, Prof Dr H Bomer Pasaribu, dan Baskami Ginting

Diuraikannya, last but not least BATAK CENTER akan mencari, menemukan, mendaftarkan, dan memperjuangkan berbagai hak kekayaan intelektual budaya puak-puak Batak baik perorangan maupun kelompok kepada lembaga nasional maupun internasional seperti ulos dengan UNESCO. “Dengan demikian kekayaan budaya Batak terpelihara selamanya. Karena sudah ada dugaan atas degradasi bahasa atau hata Batak dan tulisan Batak yang diperkirakan bisa punah jika tidak dipelihara dengan baik,’ urainya.

Ir Sintong M Tampubolon mengungkapkan ULOS FEST 2019 ini dilaksanakan karena pada dasarnya orang Batak tidak terlepas dari bahasa ulos setiap hari dari pagi sampai malam. “Ulos itu ibarat pisau bermata dua yaitu nilai sakralitas di satu sisi dan nilai ekonomi di sisi lain,” tandasnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 150/November 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 150/November 2019

Kesukacitaan selama enam hari penyelenggaraan ULOS FEST 2019 dipandu dan dipadu tema “Ragam, Motif, dan Makna” yang dilengkapi dengan salah satu tujuan “Mengantar Ulos Sebagai Warisan Budaya Dunia”. Keragaman kegiatan ini tidak hanya pameran ulos yang menambah kemeriahan dan keagungan, tetapi sekaligus menampak-nyatakan tuntutan tema tersebut,” serunya.

Dilanjutkannya, terkait kerinduan agar ulos sebagai warisan budaya dunia merupakan perjuangan bersama. Bukan hanya BATAK CENTER, bukan hanya masyarakat Batak Raya, tetapi bersama pemerintah pusat dan pemerintahan daerah seperti Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota terkait. “Kami yakin bahwasanya Presiden RI, Ir Joko Widodo akan mengambil bagian dalam perjuangan ini. Sungguh!” imbuhnya.


Pada akhir sambutannya Ir Sintong M Tampubolon mengatakan, sebelum BATAK CENTER berjalan lebih jauh maka pengenalan mengenai ulos mesti jelas dan terang benderang dari segi ragam, motif, maupun makna. Selain itu mesti jelas juga mengenai habatakon dan ke-Indonesiaan sebagaimana tampak pada logo yang tidak saja harus dipahami secara utuh dan konprehensif esensi dan implementasinya, tetapi dalam perjalanan ke depan menjadi fokus sekaligus spirit yang inheren di dalamnya.

“Kami hendak mengatakan bahwa ULOS FEST 2019 merupakan bagian awal dari arak-arakan BATAK CENTER dari terminal yang satu ke terminal berikutnya menuju masyarakat adil, makmur, dan lestari berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945 dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan dalam sipirit Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” pungkasnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel