Keturunan Raja Sitorus: Gelar Deklarasi Nasional “Parsibona Indonesia Raya” Meningkatkan Kesejahteraan Menghadapi Tantangan Kehidupan Global Yang Semakin Kompleks

JAKARTA, DNT News – Pendirian perkumpulan berbadan hukum “Parsibona Indonesia Raya” merupakan suatu upaya untuk menghimpun berbagai potensi yang dimiliki oleh keturunan Raja Sitorus di mana pun berada. Tujuan utama adalah untuk mewujudkan visi, misi, dan program kerja yang sudah ditetapkan dalam menghadapi tantangan kehidupan global yang semakin kompleks.

Hal ini dikatakan Panitia Deklarasi Nasional “Parsibona Indonesia Raya” Ir Matias Sitorus (Ketua Umum) didampingi Dr Ir Irian Sitorus MM MBA (Sekretaris Umum) yang akan digelar Jumat-Sabtu 11-12 Oktober 2019 mendatang, di Ruma Parsaktian Raja Sitorus, Desa Parsaoran Sibisa, Toba Samosir, Sumatera Utara. “Pembentukan wadah ini merupakan peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan keturunan Raja Sitorus untuk mengintegrasikan semua punguan marga Sitorus di seluruh pelosok nusantara dan mancanegara,” katanya.

Kepanitiaan Deklarasi Nasional yang terbentuk Sabtu 18 Mei 2019 di Medan ini sepakat untuk segera merenovasi Ruma Parsaktian Raja Sitorus dan Tugu Toga Raja Sitorus. Dewan Pengarah yakni DR (HC) Rekson Sitorus SH (Ketua), Mayjen TNI (Purn) T Daulat Sitorus (Wakil Ketua), Ir Bernard Sitorus MM (Sekretaris). Dewan Pakar yakni DR Ir Tarmiden Sitorus MSc (Ketua), Brigjen TNI (Purn) DR Harangan Sitorus MSc MSi (Han) (Wakil Ketua). Badan Pengurus Harian yakni Ir Matias Sitorus (Ketua Umum), Drs Audi Murphy Sitorus SH MSi (Ketua Pelaksana), Dr Ir Irian Sitorus MM MBA (Sekretaris Umum), Fianto Sitorus SH MH (Bendahara Umum) dengan dibantu berbagai bidang.

Ir Matias Sitorus menyampaikan “Parsibona Indonesia Raya” memiliki Visi: Meningkatkan kesejahteraan keturunan Raja Sitorus di mana pun berada, tanpa membedakan latar belakang sosial dan agama, dan menumbuhkan kesadaran untuk saling tolong menolong, saling menghargai antar sesama sesuai dengan falsafah Batak “dalihan natolu” dalam menghadapi tantangan kehidupan global yang semakin kompleks.

Rapat persiapan bersama Jumat 20 September 2019, di Ruma Parsaktian Raja Sitorus, Desa Parsaoran Sibisa, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara
Progres renovasi Ruma Parsaktian Raja Sitorus yang terletak di Jln DL Sitorus jalan utama ke Airport Sibisa
Progres renovasi tugu atau tambak Toga Raja Sitorus di Sibisa, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Misi meliputi: Pertama, meningkatkan partisipasi keturunan Raja Sitorus dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi/bisnis, sosial, dan pemerintahan melalui komunikasi yang baik antar wilayah, dengan semboyan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Kedua, mendorong pertumbuhan generasi muda Sitorus yang peduli pada budaya Batak dengan landasan falsafah dalihan natolu.

Selanjutnya Ketiga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia keturunan Raja Sitorus agar mampu menghadapi lingkungan strategis dengan kompetisi yang semakin ketat melalui pelatihan terkait. Keempat, sebagai wadah yang dapat mewakili seluruh keturunan Raja Sitorus dalam rangka berkomunikasi atau berdialog dengan marga-marga lain dalam prinsip kesetaraan dalam berbagai kepentingan seperti di bidang sosial dan budaya. Kelima, sebagai wadah yang akan mewakili seluruh keturunan Raja Sitorus untuk mengurus dan mengelola harta Perkumpulan di mana pun berada.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 149/Oktober 2019

Program jangka pendek yang dicanangkan adalah menata organisasi Parsibona sampai ke tingkat wilayah, membenahi lingkungan Ruma Parsaktian agar menjadi objek wisata, dan mengurus perolehan tanah ulayat marga Sitorus di Sibisa. Sementara program jangka menengah/panjang akan fokus pada pengembangan peluang yang menjadi sumber pemasukan. Serta melakukan berbagai pelatihan untuk mendorong pertumbuhan SDM generasi muda Sitorus yang berkualitas dan pemberian beasiswa bagi yang berprestasi.

Sementara Dr Ir Irian Sitorus MM MBA mengatakan untuk dapat melaksanakan program tersebut, Badan Pengurus Nasional Parsibona Indonesia Raya akan dipimpin oleh seorang putra terbaik marga Sitorus dengan dibantu orang berkompeten dan berintegritas. “Sebagai organisasi berbadan hukum, seluruh aktifitas dan pengelolaan keuangan akan dipertanggung jawaban secara transparan dan akuntabel,” katanya.


Disampaikannya, untuk persiapan deklarasi dibutuhkan biaya Rp 1,3 miliar dan membiayai program kerja pengurus Parsibona Indonesia Raya periode 2019-2024 Rp 7,7 milyar, sehingga total keseluruhan menjadi Rp 9 milyar. Sumber dana diharapkan dari partisipasi anggota (toktok ripe) sebesar Rp 500 juta, dari sumbangan keluarga sebesar Rp 1,3 miliar. Kekurangannya sebesar Rp 7,7 miliar diharapkan dari donasi para dermawan pengusaha marga Sitorus, boru, bere, dan ibebere.

“Bagi Keturunan Raja Sitorus yang mau menyalurkan sumbangan dapat mentansfer ke rekening Bendahara Panitia Deklarasi Nasional Parsibona Indonesia Raya Nomor 167-000-607-607-8 Bank Mandiri Centra Niaga Kalimalang,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel