Komite Masyarakat Danau Toba: Mengajak PGI Kerjasama Melakukan Gerakan Moral Dalam Rangka Percepatan Wisata Danau Toba Mendunia di Era Presiden Jokowi

JAKARTA, DNT News – Kami ingin menyatukan persepsi dengan mengajak kerjasama untuk melakukan gerakan moral dengan denominasi gereja-gereja yang ada di Kawasan Danau Toba (KDT) dalam rangka mempercepat wisata Danau Toba mendunia di era Presiden Jokowi. Ini merupakan salah satu Visi Misi KMDT untuk melakukan terobosan dan koordinasi ke semua elemen masyarakat.

Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP KMDT (Komite Masyarakat Danau Toba) Edison Manurung SH MM ketika melakukan audiensi dengan Majelis Pekerja Harian PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Senin 27 Januari 2020 sore, di Grha Oikoumene, Jln Salemba Raya No 10, Jakarta Pusat.

“KMDT ini merupakan salah satu komunitas yang peduli terhadap Danau Toba. Kami harapkan pertemuan dengan PGI ini dapat menjalin kerjasama dengan denominasi gereja yang ada di KDT untuk melakukan gerakan moral dan doa bersama dalam rangka percepatan wisata Danau Toba mendunia di era Presiden Jokowi,” katanya.

Rombongan KMDT terdiri dari Edison Manurung SH MM (Ketua Umum), Dr Ir Irian Sitorus Pane MBA (Sekretaris Jenderal), Dr Poltak Siahaan STh, Ir Darsono Manurung, Drs Jonnery Pandia, Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM (Dewan Pembina), Prof Dr Manumpan S Tumanggor, Dr Tuntun Sinaga MHum, Brigjen TNI (Purn) Dr Harangan Sitorus MSc, David Sianturi SH MHan (Dewan Pakar), Pdt Oloan Sitorus, Pdt Santun Situmorang STh, Sepri Situmeang SPi MM, Esnaria Siahaan, dan lainnya. Sementara dari PGI hadir Pdt Gomar Gultom MTh (Ketua Umum), Pdt Jacky Manuputty (Sekretaris Umum), dan sejumlah pengurus serta staf lainnya.

Suasana audiensi DPP KMDT dengan Ketua Umum Edison Manurung SH MM bersama MPH PGI dengan Ketua Umum Pdt Gomar Gultom MTh, dan lainnya
Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung SH MM menyematkan pin KMDT kepada Ketua Umum MPH PGI Pdt Gomar Gultom MTh
Diabadikan dari ki-ka: Ir Darsono Manurung, Pdt Santun Situmorang STh, Edison Manurung SH MM, Dr Poltak Siahaan STh, Prof Dr Manumpan S Tumanggor, dan Drs Jonnery Pandia

Pada kesempatan itu Edison Manurung SH MM memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan KMDT dalam menjalin kemitraan. Seperti dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengadakan gerakan penghijauan, memungut sampah, dan melakukan kajian mengenai keramba jaring apung (KJA) di KDT, kerjasama dengan Ketua MPR-RI yang akan melakukan kunjungan ke KDT, dan lainnya.

“Kita harus mengedukasi masyarakat agar mereka paham bahwa percepatan wisata Danau Toba ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di tujuh kabupaten KDT dan menghilangkan slogan Peta Kemiskinan menjadi Peta Kemakmuran di era pembangunan yang dikembangkan pemerintahan Jokowi saat ini,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 153/Februari 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 153 Februari 2020

Untuk itulah KMDT mengajak PGI untuk bersama-sama melakukan pembinaan umat terkait peningkatan mental spiritual, utamanya dalam kaitan menyongsong Danau Toba menjadi destinasi wisata mendunia. “Target kita dalam lima tahun menjadikan Danau Toba bisa seperti Nusa Dua Bali dengan pendapatan sekitar Rp 10 triliun per tahun,” imbuhnya.

Ketua Umum PGI Gomar Gultom MTh dalam menanggapi permintaan KMDT mengakui bahwa danau-danau yang di sekitarnya mayoritas bermukim umat Kristiani banyak yang rusak. “Negara belum sepenuhnya menangani masalah tersebut. Bahkan cenderung menyalahkan mental masyarakat,” katanya.


Disampaikannya, PGI selama ini concern turun bersama masyarakat terhadap masalah sosial. PGI mendukung dan mengapresiasi upaya yang dilakukan KMDT dalam mendukung percepatan Danau Toba menjadi destinasi wisata mendunia. Dia juga berharap agar gereja-gereja di sekitar KDT jangan lebih sibuk dengan peribadahan, namun harus juga memperhatikan perkembangan sosial dalam masyarakat.

“PGI memilih lebih berjuang dengan masyarakat daripada menyalahkan masyarakat. Peranan gereja-gereja sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan Danau Toba. Kita tidak boleh hanya berharap kepada pemerintah. Dominasi gereja begitu besar di KDT. Peningkatan pembangunan boleh berjalan di sekitar KDT, namun tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat,” ujarnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel