Korban Aktivis YPDT di Silimalombu: Selain JS, Ada Beberapa Orang Diidentifikasi Ikut Memukul

SAMOSIR, DNT News – Jautir Simbolon (JS) sebenarnya bukan satu-satunya yang menganiaya kedua korban Sebastian Hutabarat (SH) dan Jhohannes Marbun (JM). Hal tersebut teridentifikasi saat kedua korban diminta keterangannya oleh penyidik Kepolisian Resort (Polres) Samosir pada Jumat 03 Nopember 2017.

Hal ini disampaikan Jhohannes Marbun, dalam siaran pers yang dikirim ke dalihannatolunews.com, Rabu 15 Nopember 2017.

Sebagaimana diinformasikan melalui SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) Polres Samosir sebelumnya tertanggal 25 September 2017, Jautir Simbolon (JS) telah ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap 2 aktivis lingkungan dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) di Desa Silimalombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir.

“Selanjutnya keterangan korban tersebut dikonfrontasikan dengan keterangan para saksi pada Senin 06 Nopember 2017 malam sampai dengan Selasa 07 Nopember 2017 dini hari,” katanya.

Kepada penyidik, Korban JM mengatakan bahwa selain JS ada dua orang pelaku lain yang melakukan pemukulan, di antaranya Jalego Sidabutar (JSd) dan seseorang yang berperawakan kurus, tinggi 160 cm, kulit agak hitam, berambut pendek bagian samping dan agak panjang (jabrik) di bagian belakang.

Pemukulan terhadap JM dilakukan dengan dibantu sekitar 4 orang lain di antaranya satu orang memegang tangan kiri, satu orang memegang tangan kanan, satu orang memegang kerah bagian kiri, dan satu orang memegang kerah bagian kanan baju JM.

Jhohannes Marbun memperagakan kejadian pemukulan di hadapan Penyidik Polres Samosir, Jumat 03 Nopember 2017
Jhohannes Marbun dimintai keterangan tambahan oleh Penyidik Polres Samosir, Jumat 03 Nopember 2017

Pemukulan terhadap Korban JM disaksikan oleh Korban SH. Korban SH yang posisinya sekitar 3-5 meter dari Korban JM mengatakan kepada penyidik bahwa selain JS yang memukul JM, ia melihat juga JM dipukul JSd (salah satu pekerja tambang JS) dan baju JM robek, kepalanya agak bengkak kiri dan kanan, kaki, dan bibirnya bengkak.

Selain itu, di hadapan penyidik, Korban SH juga mengakui bahwa ia sendiri dipukuli JS dan Tommy Nainggolan (TN/Mantan Kepala Desa). Korban SH menjelaskan bahwa selain anak buah JS, di lokasi kejadian ada Thomas Heinle (WN Jerman, Suami Ratnauli Gultom), Ibu Kepala Desa Silimalombu, dan Ratnauli Gultom.

Penyidik juga meminta keterangan korban, JM. Kepada penyidik, JM mengatakan bahwa ia melihat bercak darah pada baju SH dan bibir SH luka-luka usai dikeroyok JS dkk.

Keterangan kedua korban tersebut dapat diidentifikasikan bahwa ternyata JS tidak seorang diri memukul kedua korban. Setidaknya JS dibantu beberapa pekerja tambang lainnya untuk mengeroyok SH dan JM. (SP)

 

Komentar (1)

One Comment on “Korban Aktivis YPDT di Silimalombu: Selain JS, Ada Beberapa Orang Diidentifikasi Ikut Memukul”

  1. Kpn JS akan ditahan? Kasus ini sdh lama dan berlarut2 sementara tersangka masih bebas di luar. Apa krn tersangka klg bupati jadi kebal hukum? Polisi, Jaksa dan Hakim bekerjalah secara professional dan takut akan Tuhan. Bukan takut pada pejabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel