Yayasan Pencinta Danau Toba: Pelaku Kasus Menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat Harus Ditindak Tegas

Kriminalisasi di Danau Toba

JAKARTA, DNT News – Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menghendaki kasus yang menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat ditindak tegas pelakunya secara hukum. Ini adalah tindakan penganiayaan, pengeroyokan, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Hal ini dikatakan YPDT dengan Ketua Umum Drs Maruap Siahaan MBA dan Sekretaris Umum Andaru Satnyoto SIP MSi dalam Siaran Pers yang diterima dalihannatolunews.com, di Jakarta.

Pengurus YPDT menyampaikan Pernyataan Sikap atas terjadinya tindakan kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, dan ‘penyanderaan’ terhadap Jhohannes Marbun sebagai Sekretaris Eksekutif YPDT dan Sebastian Hutabarat sebagai Wakil Ketua YPDT Perwakilan Toba Samosir, Selasa 15 Agustus 2017 pagi, di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Pertama, tindakan kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, intimidasi, dan ‘penyanderaan’ terhadap Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat adalah bentuk pelanggaran HAM yang mana pelakunya harus ditangkap dan diproses hukum di Pengadilan.

Kedua, mengecam keras dan menyesalkan tindakan sekelompok orang yang melakukan pelanggaran HAM tersebut di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Tidak sepantasnya mereka melakukan hal tersebut karena kedua aktivis tersebut hanya datang berkunjung ke tambang penggalian batu tersebut dan diterima dengan baik berdialog dengan Jautir Simbolon (Pimpinan Tambang).

Ketiga, Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut sepatutnya dijadikan tersangka dan harus segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Keempat, meminta dan mendesak Kapolres Kabupaten Samosir, AKBP Donald Simanjuntak, dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan, dan memproses secara hukum kepada Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut.

Kelima, menghendaki agar setiap individu, kelompok, dan lembaga apapun tidak boleh melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap siapa pun dalam menjalankan profesi dan kegiatannya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup guna pelestarian lingkungan hidup karena dijamin oleh UU dan konstitusi yang berlaku di NKRI.

“Perjuangan untuk perbaikan lingkungan hidup tidak akan berhenti karena intimidasi dan kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan oleh segelintir orang,” tegasnya.

YPDT berharap Pernyataan Sikap ini dapat diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, maupun Aparat Negara. Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk mengawal kasus ini. (Fantoro)

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 124/September 2017 yang segera terbit. Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Komentar (1)

One Comment on “Yayasan Pencinta Danau Toba: Pelaku Kasus Menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat Harus Ditindak Tegas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (1)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel