Lamsiang Sitompul, S.H., M.H.: Horas Bangso Batak (HBB) Minta Orang Batak Pengacara Kondang Beri Advokasi kepada Jonatan Sihotang Dituntut Mati di Malaysia

MEDAN, DNT News – Orang Batak yang menjadi pengacara kondang papan atas tanah air agar dapat memberikan advokasi kepada Jonatan Sihotang. Sebagai orang Batak harus “mangkuling mudar” (terpanggil) untuk ikut membantu tanpa imbalan. Kita akan membuat perwakilan HBB di Malaysia karena sudah sangat banyak orang Batak yang jadi TKI.

Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH kepada dalihannatolunews.com, Senin 27 Juli 2020 malam, di Medan terkait tuntutan hukuman mati kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pematangsiantar, Jonatan Sihotang di pengadilan negara Malaysia. “Namun sekarang kita belum bisa mengirimkan sebagai advokasi, karena belum ada perwakilan HBB di sana,” katanya.

Dia berharap agar orang-orang Batak bergabung di HBB untuk bisa dibantu bila terjadi masalah yang mungkin terjadi setiap saat. Karena seperti ini, setelah ada permasalahan orang Batak di luar negeri barulah kalang kabut.

“Apalagi sampai saat ini, perkumpulan orang Batak di Malaysia belum ada yang memberikan advokasi terhadap rekannya yang tersangkut masalah hukum. Perwakilan HBB juga belum ada di sana. Kita memikirkan ke depan agar perwakilan HBB ada di Malaysia, supaya orang Batak bisa mendapat bantuan hukum jika ada permasalahan,” ujarnya.

Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH bersama Presiden RI Joko Widodo
Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH bersama Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie
Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH bersama Sekjen Luhut Situmorang SH dan lainnya

Lamsiang Sitompul SH MH mengatakan bahwa terdapat orang Batak yang sudah menjadi warga negara Malaysia. Untuk itulah, dia berharap bisa dibentuk perwakilan HBB agar dapat membantu orang Batak bila menghadapi permasalahan hukum di sana.

“Proses hukum di Malaysia kita hormati, tapi harus ada rasa kemanusiaan. Jangan sampai hukuman mati. Itulah yang perlu kita advokasi. Tidak hanya untuk persoalan hukum, mereka yang di-PHK atau terlantar di negeri jiran, bisa kita bantu. Itulah perlunya perkumpulan orang Batak,” ucapnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 157/Agustus 2020

Menurutnya, cukup banyak permasalahan TKI di luar negeri. Namun semua itu disebabkan pemerintah tidak sanggup menyediakan lapangan kerja sehingga mereka bekerja di sana. Pekerja juga harus memilih perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang berdedikasi baik supaya bisa memberi perlindungan.

“Kita melihat banyak PJTKI orientasinya lebih dominan mencari laba. Sementara perlindungan kepada TKI kurang mendapat perhatian. Kita menyarankan agar pemerintah membentuk BUMN untuk perusahaan tenaga kerja, agar pekerja lebih terlindungi,” pungkasnya.


Seperti diketahui, Jonatan Sihotang telah membunuh majikannya, Sea Seok Nee, warga Kilang Toto Food Trading, Kampung Selamat, Tasek Gelugor, Malaysia. Peradilan Malaysia menuntut dia hukuman mati. Persidangan tinggal satu kali lagi yakni putusan. Sebelum vonis dijatuhkan, harus ada upaya advokasi terutama dari pemerintah Indonesia agar ada keringanan hukuman.

Pembunuhan ini terjadi karena persoalan gaji, dimana majikannya tidak konsekuen. Jonatan seharusnya dibayar RM 15.000 per tahun, tapi sering tidak digaji. Kalau pun digaji hanya RM 3.000 setahun. Hal inilah yang mengakibatkan terdakwa emosi dan melakukan pembunuhan. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel