Liber Simbolon, SKom, MKom: Presiden RI Pertama Ir Soekarno Pernah Berkunjung ke Bandara Silangit, Danau Toba, Tapanuli Utara

SIBORONGBORONG, DNT News – Bandara Silangit merupakan ikon Batak Raya ataupun promosi kawasan Danau Toba. Muara dapat sebagai gerbang alternatif menuju Pulau Samosir dengan via kapal ke Kecamatan Nainggolan atau Pangururan yang merupakan ibukota Kabupaten Samosir.

Hal ini dikatakan Liber Simbolon SKom MKom, alumni STMIK Sisingamangaraja XII Medan (S1) dan STMIK Pamulang Eresha Jakarta (S2) yang berkecimpung pada dunia pendidikan dan politik, ketika bertemu dengan Dekan Fakultas Ekonomi UNITA Joan Berlin Damanik SSi MM, Minggu 05 Nopember 2017, di Bumi Pendidikan Silangit Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Siborongborong, Tapanuli Utara.

“Kampus UNITA dapat dijadikan sebagai pusat kajian dan pelatihan bagi masyarakat sekitar Danau Toba,” ujarnya.

Disampaikannya, pada saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Bandara Silangit, Sabtu 14 Oktober 2017, mengatakan bahwa Bandara Silangit menjadi akses transportasi udara berkelas internasional. Ketika itu kerumunan warga menyambut serta melambaikan tangan dengan  ucapan “Horas Presiden Nami” yang artinya Selamat Datang Presiden Joko Widodo ke Tanah Batak.

“Pada saat Jepang hampir kalah di Perang Dunia II pada tahun 1944, semua armada  pesawat tempurnya di Sumatera bagian Utara dipindahkan ke Bandara Silangit dan  landasannya masih dari rumput dengan jenis pesawat ringan,” katanya.

Dari ki-ka: Joan Berlin Damanik SSi MM, Richand P Situmorang SSTP, dan Artha Hutahaean SP MP

Dosen Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta yang juga Ketua Umum DPP Sarjana Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) ini menambahkan, Presiden RI pertama Ir Soekarno juga pernah mendarat di Bandara Silangit, Danau Toba, Tapanuli Utara. Dokumen sejarah memuat Presiden Soekarno hadir dan singgah di Bandara Silangit sekitar tahun 1950-an disambut sangat meriah oleh masyarakat Batak. Setelah itu terjadi gejolak politik nasional, sehingga bandara itu terabaikan dan tak terurus.

“Namun saat ini sudah diresmikan menjadi Bandara Internasional tanggal 28 Oktober 2017. Kesempatan untuk akses pulang kampung menjadi lebih mudah, dan promosi pariwisata Danau Toba, untuk pebisnis, wisatawan lokal, maupun mancanegara,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir para fungsionaris UNITA di antaranya Artha Hutahaean SP MP (Pembantu Rektor II), Drs Robert Harianja MSi, Grace Lamudur Arta Sihombing SKom MKom, dan Richand P Situmorang SSTP (Camat Muara). (DNC)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel