Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si, CEM: Bijaklah Mendefenisikan Sikap Mental Kualitas Bathin dan Watak

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M: Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Perdefinisi sikap mental adalah kualitas bathin dan watak (moral) seseorang dalam melakukan pekerjaan, aktivitas, dan hidup sehari-hari.

Hal ini dikatakan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, sebagai pesan etos terkait bijak mendefenisikan sikap mental kualitas bathin dan watak. “Sikap mental terbentuk melalui perasaan, penglihatan, pendengaran, dan tindakan,” katanya.

Disampaikannya, sesuatu yang masuk berulang-ulang ke memori otak dalam waktu yang lama, akan terbentuk menjadi sikap mental. “Marilah kita menilai sikap mental seseorang dengan objektif dan benar,” ujarnya.

Kadang mendengar dalam perbincangan sehari-hari menyimpulkan sikap mental seseorang itu melakukan satu atau dua kekeliruan menurut penilaian si-penilai yang dilakukan orang yang dinilai, itulah disebut watak aslinya. Padahal sejatinya ada 10 kebaikan dilakukan yang dinilainya. “Hindarkanlah cara menilai sikap mental seseorang dengan cara seperti ini,” imbuhnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 147/Agustus 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 147/Agustus 2019

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini mengatakan cara menilai atau menelah sikap mental atau moral seseorang yang benar.

Pertama, dimana seseorang paling aktif melakukan pekerjaan dan aktivitas hidup lainnya. Kedua, jika ada 2 (dua) kekeliruan dan 10 (sepuluh) kebaikan yang dilakukan seseorang, sikap mentalnya bukan yang 2 (dua) kekeliruan tetapi yang 10 (sepuluh) kebaikan dilakukannya.


Untuk itu waspadalah mengenali sikap mental seseorang.
Pertama, jika menilai sikap mental seseorang dari tindakan negatifnya dan meniadakan kebaikan yang dominan dilakukannya maka tanpa sadar sikap mental terlatih untuk melihat sesuatu yang negatif. Kedua, jika menilai sikap mental seseorang dari perbuatan positifnya dan mendoakan kekeliruan yang dilakukannya, maka tanpa sadar sikap mental terlatih positif.

“Teruskanlah cara yang demikian untuk menilai sikap mental seseorang. Sekaligus demikianlah memperkuat sikap mental positif dalam diri kita,” sebutnya.


Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini mengingatkan agar selalu bijaklah menilai sikap mental seseorang. “Marilah kita berlatih menilai seseorang dari sisi positif dan tulus mendoakan kekeliruan yang dilakukan agar sikap mental kita terus terlatih positif,” ajaknya.

“Selamat menyambut bulan Agustus 2019 dengan berkarya penuh SOS (Semangat, Optimis, dan Sukacita). Salam Etos: BHB (Bigger, Higher, Better) Semakin Besar, Semakin Tinggi, dan Semakin Baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel