Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Belajarlah Dari Pengalaman Pribadi Dalam Bersikap

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M: Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Dalam setiap menjalani kehidupan terdapat berbagai pengalaman yang mendewasakan seseorang dalam bersikap dan bekerja.

Kutipan ini disampaikan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, terkait “Belajarlah Dari Pengalaman Pribadi Dalam Bersikap”. “Ada beberapa pengalaman terbaik. Pertama, petunjuk Tuhan Yang Maha Esa melalui kitab suci. Kedua, ajaran dan didikan orang tua. Ketiga, intensitas dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan sesama manusia,” katanya.

Disampaikannya, fokus sharing adalah belajar dari pengalaman tersebut agar bisa lebih bijak bersikap dan menghasilkan karya dengan produktif dalam bekerja.

Dicontohkannya, ketika ada pramuwisma di rumah kurang rajin dan kurang peduli tentang kebersihan rumah, tentu kurang nyaman melihatnya. “Hal yang sama juga terjadi, ketika kita kurang rajin bekerja dan kurang peduli kemajuan perusahaan, maka pimpinan pun kurang nyaman melihat kinerja kita,” katanya.

Ketika seorang majikan terlalu banyak mengucapkan kata-kata yang membuat pramuwisma tidak nyaman, tentu akan membuatnya serba-salah dan tak akan betah bekerja. “Demikian juga ketika seorang pimpinan di perusahaan terlalu boros mengucapkan kata-kata yang kurang sedap didengar, maka karyawan merasa tak nyaman dan tertekan,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 136/September 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 136/September 2018

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini mengajak agar pengalaman tersebut dimanfaatkan sebagai pelajaran berharga, baik bagi karyawan maupun pimpinan di lingkungan perusahaan dan organisasi sosial lainnya.

“Untuk membangun budaya perusahaan, marilah kita gunakan prinsip hidup. Pertama, berusahalah untuk mengerti lebih dahulu sebelum dimengerti. Kedua, jika ingin orang lain atau perusahaan berbuat baik padamu, maka perbuatlah demikian kepada perusahaan dan kepada orang lain,” urainya.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini mengajak untuk menghindari prinsip membalas perbuatan tak baik dengan perbuatan tak baik pula. “Mari kita gunakan prinsip, balaslah perbuatan tak baik dengan perbuatan baik. Inilah prinsip hidup yang merupakan buah dari Spiritual Quotient (kecerdasan rohaniah),” serunya.


Dia pun mengajak untuk selalu memperkuat SQ dalam diri masing-masing, agar tetap konsisten fokus dan berdaya terus mengobarkan hal-hal yang baik dan berguna dalam hidup ini.

“Marilah kita sambut bulan September 2018 ini dengan beraktivitas secara sehat yakni SDS, Semangat, Damai, Sukacita agar mengalir hormon dophamin, sisikein, dan endorphin. Salam Etos: BHB (Bigger, Higher, Better) semakin besar, semakin tinggi, dan semakin baik,” pungkasnya.

Catatan: Bekerja dengan “semangat” menghasilkan hormon dophamin yang sangat dibutuhkan otak agar daya ingat tajam dan jernih. Bekerja dengan “damai” menghasilkan hormon sisikein yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan konsep berpikir yang koheren dan ide positif. Bekerja dengan “sukacita” menghasilkan hormon endorphin yang dapat membuat daya tahan tubuh bekerja tetap bugar dan tulang terasa ringan. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel