Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Carilah Alasan Berbicara Positif

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M: Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.

Hal ini dikatakan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, sebagai pesan etos terkait Carilah Alasan Berbicara Positif. “Lidah seseorang sejatinya adalah rahmat (pemberian) Tuhan Yang Maha Esa. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulut, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia,” katanya.

Disampaikannya, dalam kenyataan suatu organisasi, komunitas, dan korporasi terdapat anggota, karyawan, dan pemimpin menggunakan lidah yang dianugerahkan kepadanya. Cenderung menggemakan kata dan kalimat negatif: mengobarkan virus melemahkan persatuan organisasi. Orang seperti ini bisa karena “merasa” ada “kelebihan” (ambisi) nya menginginkan sesuatu tetapi tak terwujud atau wataknya memang terbiasa berkata-kata buruk dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika orang seperti ini tidak berubah atau bertaubat, hidupnya cenderung galau, risau tak nyaman, dan paling buruk pemecah organisasi. Karena cenderung mengobarkan kata-kata virus. Bahkan tanpa dia sadari mendapatkan ‘stigma’ (cap buruk) dari sebagai pengobar roh pemecah belah,” ujarnya.

“Jika ada anggota organisasi ‘menggemakan lidah’ untuk mengobarkan roh pemecah, maka ubahlah menjadi ‘menggemakan lidah’ menciptakan suasana positif,” sambungnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 144/Mei 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 144/Mei 2019

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini mengingatkan bahwa orang yang sadar “Lidahnya sebagai Rahmat Tuhan Yang Maha Esa” memiliki sifat. Pertama, membangun persaudaraan. Kedua, menciptakan perdamaian. Ketiga, jika membicarakan sesuatu akan fokus pada hal yang positif. Keempat, ketika sempat mengucapkan kata-kata negatif, segera sadar lidah adalah anugerah yang harus digunakan untuk kebaikan universal. Kelima, selalu membicarakan sisi positifnya orang, organisasi, dan korporasi.

“Dia sadar jika membicarakan sisi negatif seseorang, sesungguhnya yang negatif bukan orang itu. Karena isi memori otak kitalah yang sudah terekam sifat negatif. Respon negatif itu sebagai keluaran dari isi pikiran saja,” cetusnya.

Orang seperti ini sangat sadar prinsip aktif dalam organisasi bukan “ingin di” tetapi “ingin me”. Dari ingin diberi menjadi ingin memberi dengan tulus. Dari ingin memecah persatuan menjadi ingin membangun persatuan. Dari ingin dihormat menjadi ingin memberi hormat. Dari ingin dipuji menjadi ingin memuji, sebab sadar pujian hanya layak untuk Tuhan Yang Maha Esa dan manusia memiliki kelebihan hanya karena anugerahNya.


Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini menegaskan, tidak ada kata terlambat untuk belajar, berubah, bertaubat, insyaf untuk membiasakan fungsi lidah membicarakan persatuan, perdamaian, penguatan motivasi, inspirasi, serta yang dikehendaki dan diridhoi-Nya.

Dia pun mengajak bangkit dan maju terus membangun persaudaraan, organisasi, komunitas, korporasi, negara dengan komitmen berhenti menggunakan lidah karena perasaan benci dan tujuan negatif, tetapi gunakan lidah tanpa batas untuk tujuan positif. Carilah alasan untuk selalu menggemakan lidah untuk hal positif bernilai spiritual.

“Selamat menyambut bulan Mei 2019 dengan berkarya penuh SOS (Semangat, Optimis, dan Sukacita). Salam Etos: BHB (Bigger, Higher, Better) Semakin Besar, Semakin Tinggi, dan Semakin Baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel