Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Esensi Kehadiran Dalam Pesta Pernikahan “Mohon Doa Restu”

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M: Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Dalam undangan pernikahan selalu ada tertulis “Mohon Doa Restu” dari Bapak/Ibu/Sdr/Sdri. Kalimat ini berasal dari kedua mempelai.

Hal ini dikatakan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, terkait “Esensi Kehadiran Dalam Pesta Pernikahan Mohon Doa Restu.” “Ada dua tipe perilaku undangan dalam suatu pernikahan. Pertama, sangat sadar dan fokus mewujudkan permohonan kedua mempelai Mohon Doa Restu. Kedua, ntah lupa atau tidak sadar atas narasi Mohon Doa Restu,” katanya.

Disampaikannya, perilaku undangan yang sadar dan menghayati narasi Mohon Doa Restu: Secara personal kedatangannya untuk mendoakan kedua mempelai agar menjadi keluarga yang bahagia; Dia memberikan kewajiban dengan tulus sesuai posisi masing-masing; Menu apa saja yang dihidangkan keluarga kedua mempelai tetap disyukuri; Ketika menikmati hidangan makanan harus memperhatikan dan rela berbagi dengan tamu undangan yang di sampingnya.

Selanjutnya, Ketika tidak mendapatkan hak sesuai porsinya tak akan membuat gaduh tetapi langsung sadar dan berkata dalam hati “Oh… aku datang kemari utamanya untuk memberi Doa Restu kepada kedua mempelai”; Dia tahu “Gok nakkokna dohot tuat na” tetapi dia sudah melewati dari prinsip itu ke prinsip “Martuaan do na mangalean sian na manjalo”; dan Dia tidak akan mengambil hak yang bukan jambar nya bahkan rela memberi jambarnya kepada orang lain.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 142/Maret 2019
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 142/Maret 2019

Sebaliknya para undangan yang lupa esensi kehadirannnya dalam pesta pernikahan untuk memberi Doa Restu, perilakunya cenderung: Mengeluh atas hidangan yang tersedia jika kurang banyak, terlalu asin, pedas, dan lainnya; Kurang peduli dengan orang di sekatarnya, bahkan bisa menyiapkan plastik sebagai pembungkus makanan untuk dibawa ke rumah padahal orang yang di sampingnya ……; Fokus pada hak, bahkan bisa membuat terganggu suasana jika tak mendapatkan haknya.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini mengajak agar percaya bahwa dalam setiap acara pernikahan sudah menyadari, menghayati, dan menampilkan karakter (parange) yang dilandasi bahwa tujuan mulia hadir dalam satu pernikahan adalah memberikan Doa Restu baik sebagai hula-hula, dongan tubu, boru, maupun ale-ale.

“Namun, jika kita sebagai Suhut Bolon pastilah juga memberikan pelayanan yang terbaik untuk para undangan. Apapun bentuk pemberian para undangan sebagai wujud Doa Restu, mari kita terima dengan ucapan syukur,” ujarnya.


Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini menggaungkan: “Wow… luar biasa mulia, damai, dan sukacitanya jika semua menyadari dan mewujudkan nilai yang terkandung dalam narasi Mohon Doa Restu dalam suatu acara pesta pernikahan.”

“Selamat menghadiri pesta pernikahan atau 3 M (Marhusip, Martumpol, dan Martonggo Raja/Marria Raja) hari ini dan di hari-hari mendatang,” sebutnya.

“Selamat menyambut bulan Maret 2019 dengan berkarya penuh SOS (Semangat, Optimis, dan Sukacita). Salam Etos: BHB (Bigger, Higher, Better) Semakin Besar, Semakin Tinggi, dan Semakin Baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel