Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional: Hiduplah Dengan Landasan Spiritual Quotient atau Kecerdasan Rohaniah

JAKARTA, DNT News – Ketika seseorang dominan digerakkan Intelligent Quotient (kecerdasan logika subjektif) maka orientasinya untuk mementingkan diri dan kelompok. Namun bila dominan digerakkan Spiritual Quotient (kecerdasan rohaniah) maka orientasinya untuk memuliakan Tuhan dengan tulus memberikan yang terbaik pada orang lain dan institusi dimana dia bekerja.

Kutipan ini disampaikan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, terkait “Hiduplah Dengan Landasan Kecerdasan Rohaniah”. “Dalam lingkungan pendidikan, seseorang yang dianggap terhormat bila memiliki IQ Tinggi dan dapat mencapai prestasi akademik “Summa Cum Laude” (Terpuji). Sejak zaman Plato, Socrates dan Aristoteles pada (384 SM-322 SM) sampai saat ini tradisi ini masih berlaku,” katanya.

Disampaikannya, hal ini berbeda dengan dunia kerja dan kehidupan social dimana yang mendapatkan penghargaan tertinggi adalah mereka yang memiliki SQ (Spiritual Quotient/kecerdasan rohani) yang tinggi yang terwujud dalam perilaku etos, karakter unggul, dan akhlak mulia. “Bagaimana kita melihat seseorang yang mengandalkan IQ (kecerdasan logika sujektif) dan SQ (kecerdasan rohaniah) dalam pekerjaan dan komunitas sosial?” tanyanya.

Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) menyampaikan, terdapat 10 ciri orang yang mengandalkan IQ adalah berpikir dan bertindak subjektif; ada bukti percaya tapi jika tak ada bukti tak percaya; masuk di akalnya diterima tapi jika tak masuk di akalnya ditolak; berbicara lebih suka berdebat dari pada berdialog; cenderung fokus pada kesalahan dan suka menyalahkan orang lain; dalam perjuangan fokus pada kepentingan diri dan organisasi; enggan memberi apresiasi bagi orang lain; mudah mengeluh dan cenderung konflik dalam komunitas; tega mengobarkan berita hoax atas orang/komunitas yang tak disukainya; dan landasan perjuangan menggunakan hukum transaksional/pamrih (Sisoli-soli do uhum, siadapari do gogo. Molo ro ho tu pestakku, ro au tu pestamu).

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU Edisi 131/April 2018

Ketika ditanyakan kepadanya: “Salahkah landasan berpikir IQ?” Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM menjawab: “Tentu dari Hukum IQ ‘adalah benar’, tetapi dampaknya menjadi melemahkan citra atau nama baik diri sendiri dan komunitas.”

Sebaliknya terdapat juga 10 ciri orang yang mengandalkan SQ adalah landasan berpikir dan bertindak dikehendaki Tuhan; percaya bahwa Tuhan akan mengatur dan memberikan yang terbaik; yakin dan percaya balasan atas perbuatan baik tidak selalu diterima langsung dari manusia tetapi Tuhan pasti membalasnya pada waktunya; sangat menghargai dan ringan membantu orang lain; orang salah bukan disalahkan tetapi diarahkan; mudah memaafkan dan mengampuni orang yang menyakitinya; dalam bekerja mengutamakan kepentingan Tuhan diikuti kepentingan sosial dan perusahaan; mudah dan senang memberi apresiasi bagi yang punya kelebihan, dalam bekerja selalu lebih besar nilai prestasi yang diberikan dari pada kompensasi yang diterima; dan landasan bekerja berdasarkan hukum altruism (tulus berkorban).

Dia juga mengungkapkan landasan berpikir dan bertindak dengan nilai SQ adalah absolute sebab untuk itulah jati diri manusia diciptakan dan dipanggil. Namun dia pun membenarkan cara berpikir IQ, tetapi IQ yang sudah menjadi akal budi, artinya IQPlus yang digerakkan sifat Illahi.

“Mari memfungsikan IQPlus (akal budi) sebagai metode mewujudkan nilai SQ dalam aktivitas kehidupan,” imbuhnya.


Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini menekankan bahwa sebagai seorang professional dalam bidang pekerjaan tertentu maka hendaklah landasan berpikir, berbicara, dan bekerja digerakkan nilai-nilai spiritual, artinya yang berkenaan di hadapan Tuhan.

“Doaku sukses untuk sahabatku semua para professional di Indonesia. Sukses sejati anda, buah dari banyak berdoa, dan banyak bekerja keras. Selamat berkarya dan mari kita sambut bulan April 2018 ini dengan SOS (Semangaat, Optimis dan Sukses). Salam Etos: Bigger, Higher, Better. Lebih Besar, Lebih Tinggi dan Lebih Baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel