Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Gunakanlah Lidah dan Tangan untuk Tujuan Bernilai Spiritual

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M. Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Ada ungkapan orang yang berhikmat: “Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.”

Kutipan ini disampaikan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, terkait “Gunakanlah Lidah dan Tangan untuk Tujuan Bernilai Spiritual”. “Artinya, buah dari lidah bisa membangun dan bisa juga sebaliknya. Selain fungsi lidah, fungsi tangan pun bisa membangun atau sebaliknya,” katanya.

Disampaikannya, fakta berkata bahwa ucapan dan tulisan dengan tujuan yang baik pun bisa dipersepsikan oleh yang mendengar dan membaca menjadi negatif. “Terlebih dengan sengaja untuk tujuan mendiskreditkan orang, perusahaan, institusi atau komunitas, pasti mendapat reaksi yang sama,” ujarnya.

Ditegaskannya, ketika selama ini sudah menggunakan lidah mengucapkan dan tangan menuliskan pesan-pesan yang positif maka teruskanlah. Seperti mengobarkan semangat, mempererat persahabatan, membangun optimisme, pencerahan konseptual yang bernilai spiritual, meningkatkan keterampilan, dan yang positif lainnya.

“Sebab kebiasaan positif tersebut adalah baik dan benar, juga tak ada aturan atau norma yang melarangnya,” terangnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 137/Oktober 2018

Sebaliknya, dia pun mengingatkan agar menghentikan atau menghindarkan ucapan dan tulisan baik dengan maksud sungguhan atau candaan yang melemahkan semangat, mendiskreditkan, membuat hidup dalam keraguan, bersifat hoax (berita yang tak didukung fakta), dan membuat renggang persahabatan.

“Selain itu ketika terjadi silang pendapat di antara 2 (dua) orang atau komunitas. Mari kita hindarkan ucapan dan tulisan membela seseorang/komunitas dan menyalahkan yang lain,” tandasnya.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini tidak dapat memungkiri bahwa mungkin seseorang memiliki hak untuk membenarkan atau menyalahkan. Namun harus diingat bahwa orang yang disalahkan akan terganggu perasaannya. “Solusi terbaik bukanlah membela atau menyalahkan. Karena itu bahkan membuat situasi semakin tak kondusif,” serunya.

Untuk itu dia memberikan solusi terbaiknya dengan menggunakan Spiritual Quotient (kecerdasan ruhaniah) yakni mengajak berdamai dan saling memaafkan agar terbangun kembali silaturahmi (persekutuan) yang sejati. “Solusi terbaik dan fundamental atas suatu perkara adalah “berdamai”-SQ,” tuturnya.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini pun mengajak orang yang dewasa secara rohani agar apa pun pekerjaan, profesi, jabatan, perusahaan, institusi, komunitas, serta dimana pun berinteraksi, sadari, serta jaga lidah dan tangan untuk mengkristalkan nilai-nilai yang bermanfaat spiritual, sosial, organisasional, dan ekologikal.

“Selamat menyambut bulan Oktober 2018 ini dengan bekerja penuh SDS. Semangat, Damai, Sukacita. Salam Etos: BHB. Bigger, Higher, Better. Semakin besar, semakin tinggi, dan semakin baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel