Mr. Spirit Saut Sitompul, MSi, CEM: Inti Kepemimpinan adalah Komunikasi

JAKARTA, DNT News – Siapa kita? Profesional yang memiliki 3M: Mau (karakter mulia); Mampu (kompetensi unggul); Mengabdi (kontribusi tinggi). Kepemimpinan berasal dari 2 kata bahasa Inggris yakni leadership. Leader artinya pemimpin, sementara Ship artinya bahtera atau kapal.

Kutipan ini disampaikan Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Ethos Master dan Motivator Nasional, terkait “Inti Kepemimpinan adalah Komunikasi.” “Komunikasi berasal dari bahasa Inggris dan Latin. Komunikasi dalam bahasa Inggris yakni Communication artinya komunitas. Komunikasi dalam bahasa Latin yakni Communio artinya persekutuan (silaturahmi),” katanya.

Disampaikannya, dari gambaran asal-usul istilah kepemimpin dan komunikasi itu berarti seorang pemimpin memiliki peran. Pertama, sebagai nakhoda (pemimpin) bahtera/kapal. Kedua, mengambil keputusan tujuan kapal yang akan dituju dan dicapai. Ketiga, melakukan dan membangun persekutuan yang efektif kepada seluruh awak kapal agar paham bahwa seluruh tindakan menuju tujuan yang ditetapkan nakhoda.

“Dari deskripsi penjelasan itu, suatu perusahaan akan kokoh dan maju bergerak menuju visi (tujuan dan sasaran) apabila pemimpin memiliki kapabilitas yang mumpuni dalam mengambil keputusan. Dan mengkomunikasikan dengan intens keputusan itu kepada seluruh stakeholder internal,” ujarnya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 138/November 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 138/November 2018

Fungsi komunikasi sangat signifikan dimiliki seorang pemimpin. Dalam suatu perusahaan bisa terjadi masalah bahkan konflik terbuka baik antar unit maupun antar orang jika tak terbangun budaya komunikasi efektif. Tetapi jika terjadi beda pendapat atau bahkan konflik, solusinya adalah komunikasi efektif.

“Marilah kita syukuri bahwa nilai dasar berkomunikasi bagi bangsa Indonesia telah dicantumkan oleh founding father dalam sila ke-empat Pancasila yakni musyawarah untuk mufakat. Artinya bangsa Indonesia tak menganut perdebatan yang saling melemahkan, tetapi justru menempuh jalur dialog,” urainya.

Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM yang merupakan Ketua Dewan Pendiri “International Motivator Association Indonesia” (IMAS) ini menegaskan, perdebatan akan mengakibatkan kerenggangan komunikasi, tetapi dialog akan memperkuat persekutuan. Banyak yang menyadari bahwa fokus dari perdebatan adalah “mencari siapa yang benar”. Artinya tanpa sadar memaksakan kehendak dengan cara melemahkan orang. Bagi yang suka “perdebatan” suka menggunakan “lawan” bicara.

Sementara fokus dari dialog adalah “mencari apa yang benar”. Artinya menyampaikan pendapat pribadi namun dengan rendah hati mendengar masukan untuk mencari kesepahaman. Bagi penganut komunikasi “dialog” berinteraksi dalam suatu pertemuan tidak menganggap “lawan” bicara tetapi “mitra/teman” bicara.


Mr Spirit Saut Sitompul MSi CEM, Pendiri dan Ketua “Arete Event Organizer” ini pun mengajak untuk terus memperkuat komunikasi intens. “Jika sudah baik, teruskanlah kualitas komunikasi di lingkungan anda. Tetapi jika ada beda pendapat yang sampai mengganggu perasaan, adalah perbuatan bijak jika melakukan pertemuan dan melakukan dialog dengan menjelaskan maksud baik masing-masing,” imbuhnya.

Dia pun menyakinkan bahwa perbedaan pendapat atau masalah pasti bisa diselesaikan dengan pendekatan komunikasi dialog. “Selamat menyambut bulan November 2018 ini dengan bekerja penuh SDS. Semangat, Damai, Sukacita. Salam Etos: BHB. Bigger, Higher, Better. Semakin besar, semakin tinggi, dan semakin baik,” pungkasnya. (HT)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

G+ Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel